Ads Top

Misteri GOA PINDUL Nglanggeran

Judulnya "PINDUL CAVE TUBING" yang artinya masuk goa (hehe mbayangin goa yang lain), tapi saya sendiri samar-samar terdengar seperti "INUL CAFE NGIBING" berasa lagi goyang ngebor di cafenya Inul.

Horeeee perjalanan kali ini aku gak mabuk, cuma pusing sedikit, inget ya! cuma pusing dikit. Cara menangkal mabuk kali ini bisa dibilang manjur, aku sama sekali gak minum antimo, pakai jimat anti mabuk, pakai masker ijo rumah sakit, atau minum jamu tolak angin, tapi disepanjang perjalanan aku tidur di kursi belakang dan membuka AC Windows alias Jendela kaca mobil biar angin alami masuk. Satu kata "I hate Air conditioner".

Eniwey #abaikan soal mabuk tadi, Dalam ekspedisi kali ini saya berkenalan dengan teman baru penghuni Jogja Namanya Intan, seorang gadis cantik berjilbab satu-satunya ini kalau ketawa sambil merem. Doi berperan ganda sebagai pemandu goa. Konon katanya lagi nyari jodoh #eaaaaa.

Rizki, Gaban, Arsta dan Hasbi. 3 orang fotografer dan 1 model abal-abal yang lagi naik daun. WHATT THE!!  Gerombolan cowok-cowok?!! sumpah saya bukan orang seperti itu, saya masih normal *gembok celana*.

Tunggu dulu, Ekspedisi petualangan didalam goa mungkin akan terasa lebay, jadi silahkan ke kamar mandi dulu *ngapain kek!*, tunggu!! belum!! kamu (yang baca) belum beneran ke kamar mandi, sana ke kemar mandi dulu terus balik lanjutin baca lagi.

Hari itu, Minggu 10 April 2011, waha basi ya!, kejadianya udah berabad-abad yang lampau. Berangkat pukul 8 pagi dari Jogja Expo Center menuju ke Gunung kidul. Hari itu menjadi hari bersejarah bagi kami bersebelas (tinggal nunggu peluit wasit buat Kick Off).


Kami dibekali 3 peralatan yang super mutakhir dan canggih untuk keamanan ekspedisi :
1. Sebuah baju pelampung yang warnanya menonjok, kebetulan saya suka warna orange.
2. Sepasang sepatu karet putih mirip sepatu bola tahan air tapi gak tahan silet *mainan cutter*
3. Sebuah Donat ukuran jumbo warna hitam, berasal dari Ban dalam truk yang berfungsi untuk mengapungkan bokong diatas air.

Kami dikawal 5 orang guide yang siap dorong-dorong kita dan Cerita ngalor ngidul tentang asal-usul sejarah goa pindul ini. Dulu ada Suster keramas yang foto syur mulut goa, ada pocong digebuki warga karena maling selendang peri, terus ada buaya bunting melahirkan didalam goa  Menurut mas guide Goa ini sudah ada sejak jaman belanda, didalam goa ada burung walet, kalelawar dan bidadari lagi mandi (yang terakhir saya bohong)

Air goa pindul berasal dari sungai bawah tanah yang berada dibawah bukit-bukit gunung kidul. Panjangnya sekitar 300 meter dengan Kedalaman air 7 meter, lebarnya 5 meteran dan jarak atap dengan kepala  3 meteran tergantung berapa lama hujan mengguyur *berdoa khusyuk semoga gak banjir*.

Diawal mulut goa saya sudah terkagum-kagum atas keindahan ciptaan Tuhan, ada sarang burung walet dimulut goa, kalelawar yang jumlahnya puluhan ribu menggantung diatas atap goa, matanya menyala terang seperti bintang dimalam hari. dan kita harus bersyukur bisa berbagi ruangan, udara dan bisa pipis bareng dengan kalelawar *tutup hidung tahan napas, mungkin kalelawarnya makan jengkol*.

Arus sungai goa ini tenang tapi pasti, Sempat kepikiran untuk melepas ban dan pelampung terus menyelam sampai dasar untuk mengukur kedalaman aslinya sendiri, tetapi aku urungkan niat karena masi pengen nikah dan masih pengen hidup. Jadi saya nikmati saja keindahan yang ada dipermukaan.

Stalagtit keperkasaan, bentuknya seperti p***s
Stalakmit puting masih aktif, katanya kalau minum tetesannya akan menjadi subur bagi wanita *duh aku ikutan minum 2 tetes ik!  hamil gak ya?!*
Stalagmit dan stalagtit yang menyatu, menjadi yang terbesar ke-4 di dunia, butuh 5 orang untuk melingkarinya, bahkan celahnya hanya cukup dilewati satu orang saja.
Sejenak aku mengagumi ciptaan tuhan yang menakjubkan, bebatuan terbentuk secara alami di dinding-dinding lorong goa seperti mahakarya lukisan abstrak yang tak ternilai. Mata kristal Kelelawar bergelantungan menghiasi lorong goa.

Sebelum pintu keluar, kita disuguhi pemandangan menakjubkan yang membelalak mata berdecak kagum. Lubang dilangit goa sekitar sepuluh meter memberikan cahaya diatas kolam, sinar matahari yang menembus atap terlihat seperti sorot lampu senter berukuran raksasa.



Sebenarnya kami gak akan bosan seharian menikmati keindahan didalam goa, tetapi rasanya sudah harus berakhir karena Mas Guide yang sigap, siap dan setia menemani kami terlihat lelah menunggu di pintu keluar. Setelah Keluar Pintu goa kita bisa mandi sekalian bersih bersih di bawah deburan bendungan sejak jaman belanda ini, kepala dan pundak jadi enteng, serasa dipijat alami.

Penyusuran gua Pindul pun selesai, setelah kedinginan berbasah ria, kita bisa menghangatkan diri dengan segelas teh rosela yang khas beda dengan teh lain dan Semangkok Bakso hangat super lezat, beneran loh, sumpah aku, mba evie dan mas didut saja sampai habis dua mangkok, ada juga yang sampai dibungkus *lirik mba evie*.

Terimakasih buat  semuanya, petualangan sehari di Goa Pindul ini, kita mendapatkan sesuatu yang tidak ternilai, tantangan baru, cerita baru, pengalaman baru dan tentunya sahabat-sahabat baru. Sampai jumpa di ekspedisi selanjutnya.

Foto by Mizan, Intan, Fian, Hars

11 comments:

  1. hai om, pie kabare?
    weh pengen kesana ah, kebetulan ad temen yang tinggal di jogja.. aciiik

    ReplyDelete
  2. @ayas : alhamdulilah baik pamannn
    wah... iya bagus tuh, nanti diajak juga ke gunung berapi nglanggeran

    ReplyDelete
  3. waduh asik tuh petualangannya. guanya keren ya

    ReplyDelete
  4. @sang cerpenis : namaya gua pindul mba dijogja gunung kidul
    @raharja : manthappp

    ReplyDelete
  5. Wah, mantap dah! yang ambil foto hebat euy...Bang Pendi suka ngeliat foto yang no 4 dari bawah, mantap bener....

    ReplyDelete
  6. @bang pendi : keren ya bang? itu modelnya aye bang.. yg motret temen aye

    ReplyDelete
  7. Kalo pake dslr brani dibawa turun ke bawah g tuh?
    Krn pintu kluarnya aja tirai air.bisa2 mati kameranya.
    Btw pake kamera apa itu ambil gambarnya?

    ReplyDelete
  8. @anonim : "kamera apa ituh?" kita bawa drybag kok, jadi aman... kalo kecemplung ya resiko hehe

    ReplyDelete
  9. @_@ Kereeeeeeen... Cerita2 baru tentang jalan2nya ditunggu bang.

    ReplyDelete
  10. Terimakasih untuk kunjungannya ya mas, mohon maaf bila ada layanan kami yang kurang memuaskan...

    ReplyDelete

Powered by Blogger.