Cicak Versus Balsam

Tuesday, November 17, 2009

CICAK VERSUS BALSAM, heehehehe ikut-ikutan trend di KPK, jadi keinget waktu jaman masih muda dahulu.

Kemarin malem minggu habis sowan dirumahnya mpok indri diajak ngtrack lagu barunya buat audisi Dahsyat RCTI, ow ow ow rupaya gitu ya caranya? Baru tau ogut nih Keren keren keren. Kok pada pinter-pinter jadi musisi ya? hahahaha slam jadi malu gak bisa ngapa-ngapain? Jadi apa ya? hmmmmm jadi penikmat musik aja ah.

Setiba dirumahnya indri, dibawah pohon blimbing yang sedang berbuah ada sebuah ember hijau dan di dalamnya terisi 2 ekor kura-kura, pada tau yang namanya kura kura kan? Itu tuh “Uya emang kura!!” Hahaha. Satu ekor kura-kura sebesar piring makan dan yang satunya sebesar cawik (alas buat gelas). Lehernya bisa memanjang dan memendek (kaya si otongku hehehe, HUS POLNO!!!! ). Sepertinya akur banget gitu ditempatkan dalam satu ember berdua, tidak saling mengejek dan cakar-cakaran kaya aku dan kakakku.

Jadi teringat dahulu waktu kecil, waktu masih SD sering melakukan eksperimen biologi gitu dengan hewan- hewan imut dan lucu. Dan malangnya hewan percobaan selalu bernasib naas.

Dahulu waktu SD, pernah diajak ke museum Ronggo Warsito Semarang dan disana melihat ada fosil tulang belulang dari hewan purba, kayaknya keren tuh kalo dirumah punya gituan. Dan waktu pelajaran sejarah pernah diterangkan bahwa dahulu di mesir ada cerita bila raja di mesir meninggal dijadikan mummi, yaitu pengawetan mayat dengan cara dibalsam, karena saking lugu dan polosnya slam kecil berpikir bahwa balsam itu sama dengan balsem bal**rik/cap***g untuk kerokan ibu. Dan ide brilian untuk mengawetkan hewan peliharaan supaya tetap awetpun terbersit dibenak polos slam setelah melihat cicak yang tinggal tulang-belulang (fosil) terjepit diengsel pintu masjid Al-ijabah Gunungpati.

“AHAAAAAAA TINGGG “ *ada bohlamp menyala diatas kepala* slam muda pun mendapat ide untuk melakukan percobaan perdana pembalsaman dengan cicak sebagai tumbalnya (dengan senjata pamungkas balsem punya ibu tentunya) *maap slam ya bu kalo balsem kerokannya gw embat ehehehe*.

Seekor Cicak yang tak berdosa pun berhasil disandra setelah berburu di rumah tetangga habis magrib. Upacara Pembalsaman pun langsung dimulai (kayanya lebih cocoknya upacara penyiksaan deh) siap :

Seekor cicak tak berdosa (disingkat SCTB) harus dialmarhumkan dulu, slam ambil sepatu punya bapak, setidaknya kalo gak mati kena getok pasti mati keracunan karena baunya yang naudzubilahimindzalik (Gajahpun bisa pingsan kayaknya)

Gw : ambil sepatu bapak, dan memukulkanya ke kepala SCTB dengan tulus dan ikhlas “NYOOHH GLEPOOK”
SCTB : “CIITTTT” tergelatak tak berdaya tapi ekornya masih goyang-goyang
Gw : wah ngeledek nih pake goyang-goyang ekor!!! hebat juga nih kayanya Cicak evolusi baru, gw ambil sepatu dan memukulkan ke kepala SCTB sekali lagi “GLEPOKKK”
SCTB : “CITTTTT” suaranya lebih lemah daripada yang pertama tadi (mungkin kalo diartikan bahasa cicak gini ya “AFUUUUUU NDASKU DIGEPOKK, AFUUUUUU NGALAMAT MODAR KI AAAAAAA... “ )hehehe
Gw : berpikir “wah kayanya SCTB dah almarhum dengan sukses ni”
SCTB : pasrah, lemas ngathang-ngathang tak berdaya dilantai


Dan proses pembalsamanpun dimulai, seluruh tubuhnya diolesi dengan balsem bal**rik HOT super panas puwoooll, dengan harapan setidaknya dia gak bakal kena masuk angin lah. Supaya proses sempurna dan si cicak aman tidak dimangsa kucing atau si Aji (anak tetangga gw), gw tali aja lehernya dan digantung dibawah genteng yang jauh dari jangkauan kucing dan anak-anak.

3 hari berselang slam kecil memeriksa kondisi sang cicak malang, tapi secara ajaib tubuh sang cicak baik-baik saja, tidak ada pembusukan sedikitpun “wahh kayaknya pembalsaman sukses nih “. Karena dikira sudah sukses maka slam kecilpun menurunkan sang cicak malang dan mencopot ikatan dilehernya.

Setelah diletakkan dilantai dan ikatannya dicopot terjadi suatu hal yang eneh bin ajaib serta tak disangka-sangka. Sang cicak masih hidup coy!!! Aku kaget “AAAAAAAAA MAYATNYA CICAK HIDUP LAGI”matanya melotot sambil melet-melet seakan ingin balas dendam ke gw. Untuk memastikan masih hidup atau suda mati, slam tunyuk tunyuk saja tubuh cicak dengan sapu lidi.

Tunyuk satu kali masih belum gerak, tunyuk dua kali masi belum gerak juga “wah kayanya halusinasiku aja nih”, pada saat tunyukan ke3 si cicak melotot menyeramkan banget, membuka mulutnya dan melompat ketangan kanan slam kecil. Secara spontan slam kecil melompat kebelakang dan mengibaskan tanganya untuk melepaskan cengkraman dan gigitan sang cicak.

Setelah puas menggigit tangan slam kecil, cicak pun lari tunggang langgang terbirit birit secepat kilat dengan meninggalkan bekas gigitan ditangan kanan slam kecil. Untungnya cicak tidak punya penyakit rabies ya?

Ternyata sang cicak masih hidup, mungkin Cuma pingsan aja kena gepokan sepatu dan racun dari baunya. Pernah terpikir seperti di komik spiderman, setelah Peter parker mendapat gigitan dari laba-laba dia mempunyai kekuatan seperti laba laba, bisa nempel ditembok, punya indra keenam dan bisa mengeluarkan jaring dari tangannya. Tapi apa yang didapat slam kecil setelah mendapat gigitan dari sang cicak? Hahahahaa tanganya gatal-gatal 1 minggu baru bisa sembuh, mungkin kena kutukan sang cicak!!!!

Ide JAHANNAM kembali muncul setelah melihat balsam percobaan mummi cicak pertama masih bersisa, dan tak disangka ada seekor kucing ABG lagi tiduran dikursi depan rumah, kayaknya seru juga kalo dikerjain!!!

Kekejian pun dimulai, slam ambil balsem sak ndulit (satu jari tangan) dan mengoleskannya dengan diam-diam kepantat si kucing, “NYOOSSSSS” si kucing matanya melotot dan menjerit kepanasan “KAING-KAING” salah salah lhohhh kok kaya suara anjing? Yaudahlah pokoknya si kucing menjerit pantatnya kepanasan dan berlari ke tanah sambil mengusap-usapkkan pantatnya di tanah.

Slam ketawa berguling-guling “WA HA HA HA HA” (ketawa mbah surip), sedangkan si kucing masi mengusap-usapkan pantatnya ditanah, matanya melotot kearahku dan MENGEONG-NGEONG. Sepertinya si kucing menanatang adu mata melotot nih, aku nyerah aja lah soalnya pernah tanding lama-lamaan melotot sama si kucing tadi dan akhirnya kalah telak.

Setelah beberapa minggu si kucing tidak pernah terlihat lagi tidur di kursi depan rumah, hahahaha mungkin kapok dia pantatnya memuai kena balsam xixixixixi. Dan karena tidak ada kucing maka tikuspun meraja lela. Ahhhhhh maafin slam kecil ya cing!!! Maafin slam juga ya cak!!! Sudah mendzoliimi kalian dengan tidak berperi kekucingan dan peri kecicakan.

PESAN :
1. Balsem gosok dengan pembalsaman mummi sangatlah berbeda
2. Menggosokan balsem panas ke pantat kucing sangatlah tidak berperi kekucingan, TERLALU....
3. Balsem dan pantat kucing is Bad Idea, untung kucingnya lagi gak sensi, kalo lagi naas wah bisa dicakar mukaku.
4. Don’t Try This At Home

You Might Also Like

44 komentar

  1. waduh...pembunuhan sadis nih! gak kuat baca sampe terakhir...terlalu halus perasaan sayah =))

    ReplyDelete
  2. Gak ku sangka kau sekajam itu Slams,,
    gak punya peri kebinatangan
    aku ngga mau deket-deket ah
    jangan2 itik juga akan kau siksa,

    ReplyDelete
  3. ya ampuuunnn..!! slam!! teganya..teganya.. teganya.. mentega!! huahahaha... :))

    ReplyDelete
  4. tega bgt sama kucing slams??? >,< tak santet kamu hohohoooo...

    ReplyDelete
  5. @penikmat buku : wahhh itu bukan penyiksaan kok, tapi eksperimen
    @itik : aku gak kejam kok, maklum waktu masih muda rasa keingin tahuannya sangatlah besar... tenang tenang,, itik gak aku apa apain, paling aku goreng hehehe
    @yoliz ; wahhhh.... gak aku apa apain kok
    @zujoe : ampunnnn DJ!!!.... gak kok, itu pas lagi usil doang.... heheh pisssss

    ReplyDelete
  6. hii.aku geli sama cicak. tapi suka bunuh cicak juga sih terutama yg masih kecil.

    ReplyDelete
  7. ahahahahaha...... eksperimennya kejam... huehehehe.... salam kenal ya... maksih loh mau main2 ke blog aku...

    Ninneta

    ReplyDelete
  8. ya Allah.. kasian banget pada di balsemin..
    kalo mau dibalseminnya pas mereka masuk angin aja gitu, sekalian dikerokin. ahuahahaha

    ReplyDelete
  9. ih..pembunuhan......
    polisi, tolong tangkap orang ini. hehe...

    hiii.., jijik ah megang cicak.
    ampun deh, usil banget si slam

    ReplyDelete
  10. hayah...mesakke cecakke..untung dudu keluarga kodok..awas yo

    ReplyDelete
  11. @sang cerpenis ; wah ternyata satu aliran ma aku ehehehe
    @ninneta : sama sama, salam kenal
    @yasuyassyash: hahaha nanti yg kerokin km ya
    @violet ; itu kan dulu , waktu masih suka berburu
    @cebong : ah mba bong ki, nanti dibantu ya?

    ReplyDelete
  12. anak setan lu.. sakit perut aku mikirin masa kecilmu dg ide2 pembunuhan sadis begitu..... Itu orangnya Pak! Ya, tangkap dia! Dialah calon hitler kedua!

    ReplyDelete
  13. huwakakakakak yang merasa kucing di dunia blog niy jadi ngamuk2..... wkekekekekekek idemu gila slam... ^^

    ReplyDelete
  14. @ayas : ampun pakk, ampunnn saya punya nak dan istrriii ampunnn hehehe (anak ma istrinya orang)
    @vie_three : iya tuh hampir aja aku digebug ma yg punya kucing di blog hehehe

    ReplyDelete
  15. wew..., ini koq malah ceritany jadi lucu..

    ReplyDelete
  16. Kasihan atuh si Zoe.. nanti kucingnya teriak2.. lo.. *ga nyambung*

    hehe, lam kenallllllllll..

    ReplyDelete
  17. wuaaaa wuaaaa.... ngga tega bayanginnya.. hemm pertama mampir kesiniiihh,, udah aku taruh linknya di blog, link balik yaa

    ReplyDelete
  18. waduh, mainnya sama cicak...
    aku sih geli ih, megang-megang cicak
    liatnya aja udah mau muntah

    ReplyDelete
  19. cicak dibalsemin, bagus jadi ga keram ototnya waktu lawan buaya, wkwkwkw

    ReplyDelete
  20. Betapa kasihannya si kucing. bayangkan trouma yang kan dia bawa seumur hidup.
    Btw salam kenal ya.

    ReplyDelete
  21. saya orang anti balsam......!

    mending minyak kayu putih, hahahahaha!

    ReplyDelete
  22. di deket rumah saya juga banyak kucingnya bro..
    kucing garong. wkwkwkwkwk...
    thanks atas kunjungannya.

    ReplyDelete
  23. minta balsamnya donk buat ngobatin kaki saya,,
    hhe,,

    salam kenal,,

    ReplyDelete
  24. Sory sobat, baru bisa mampir...
    jadi tau nih... otong lu bisa manjang bisa juga pendek...
    wakakakakakaka....

    ReplyDelete
  25. Wakakakakaka...
    cerita kamu kocak abis slam...
    kamu sudah sukses buat saya ngakak pagi ini.
    makasih yah....

    ReplyDelete
  26. hebat bang gokil abizz critanya,,,
    mau kasih ide dikit nie kapan2 gimana kalo "BUAYA" aja yang di siksa kayaknya Enak tu kalau "BUAYA" yang di balsemin pantatnya masa cicak?? hehe,,

    ReplyDelete
  27. wohahahahaha...
    kecilnya aja udah kyk gitu..
    duuuhhhh nggak kebayang deh sekarang kayak apaan..hahahaha
    apalagi tuanya?? bisa2 pantat pembokatnya dikasih balsem jg biar lbh lihay dlm bekerja.. hahaha

    ahhh puwas gw ngakak malem2 gini, mbaca tulisan ini... hahaha

    ReplyDelete
  28. makasih ya udah mampir di blog-ku.. :D
    BTW percobaan tersebut SANGATLAH KEJAM -____-"
    *entah kejam entah bodoh* ahahahayy

    ReplyDelete
  29. @lia : wah lucu ya? aku aja giris hehee
    @gek : lam kenal juga
    @anindyarahadi : siap link balik
    @Clara : nih udah aku siapin ember hehehe
    @mocca_chi : buaya juga keram ya?
    @Rumah ide dan Cerita : salam juga, gak tau kayanya trauma si doi
    @sang cerpenis : mampir lagi mba
    @secangkir teh dan sekerat roti : saya juga anti balsem, dibuat tidur juga langsung sembuh
    @Anggi Zahriyan : sama2, kucing garongnya sexy ya
    @Abdul Malyk : salam balik, kakinya napa om?
    @Seti@wan Dirgant@Ra : emang punya bang iwan gak bisa manjang ya? hehehe piss
    @saka huebat : gak berani aku, nanti ditangkap ma dibedil hehehe
    @Lisha Boneth : gedenya ya gini, tambah keren hahaha
    @tealovecoffee : hehehe namanya juga anak kecil, maklum

    ReplyDelete
  30. klo ide mambalsam hewan yang mau punah gimana ya?

    hi hi hi

    ReplyDelete
  31. Wuiiih..edan tenan ! mas Slamet ternyata kejam bin sadis dan tak punya peri kebinatangan, lha klo balsemnya tak taroh di pantatmu..piye jal ? he..he. Salam kenal juga, kalau saya ke tempat om saya di pasar kembang Wonosari nanti tak coba mampir deh ke Ungaran..

    ReplyDelete
  32. Aku tahu artinya : mending embem, harganya lebih mahal timbang cungkring..
    iya to?? :P

    ReplyDelete
  33. @jodie ; iya tuh kejem banget, sapa to tersangkanya!!!! (pura-pura gak tau)
    @Ihsan : wah mendingan jangan, nanti ditangkap kamtip
    @Noor's : siap, ditunggu ya
    @itik : hehehe jangan marah lhooo, itik mbem cantik

    ReplyDelete
  34. duh duh duh....anak kecil, polos, lugu, naif...
    lucu diceritakan setelah besar...

    ReplyDelete
  35. baca komentar yg masuk macam2 deh...
    met lebaran ya a'...mohon maaf lahir dan batin.

    jangan diulangi menyiksa binatangnya ya...!!

    ReplyDelete
  36. haha
    ati-ati loh ntar ada film "dendam seekor cicak" :P

    ReplyDelete
  37. @sang cerpenis : makasi mba, hehehe
    @narti : hehehe masi polos dan lugu
    @sda : gak tau nih, kalo kambuh... paling cuma pasang jebakan tikus doang
    @wennyaulia : weleh.... sutradaranya sapa tuh heheh..

    ReplyDelete
  38. Hahaha. Jangan sembarangan mengoleskan balsam slam.

    ReplyDelete
  39. wakakakaaa....cicak yang tadi tuh berarti cicak gentayangan. si kucing gak ada, gantian tikusnya donk yang di balsem :p salam kenal ya

    ReplyDelete
  40. Hahahaha....
    slam kcil ada2 aja
    kacian tu cicak n kucing.a
    ckckck....

    btw, salam hangat dari Karin :D

    ReplyDelete

Followers

Statistik

Blog