17 September 2013

Semarang Runners - Playon Kamis Bengi


"Lari malam hari di kota itu bikin penyakit!" komentar saya ketika diundang lari bersama Semarang Runners. Menurut saya sendiri waktu ideal berlari adalah pagi hari sebelum jam 9 atau sore hari sekitar jam 4 sore, ditempat yang udaranya segar dan minim polusi. Terlebih lagi, rumah saya yang berada di ujung Semarang sangat jauh dari rute lari, hampir 20 kilometer dengan kondisi dan suhu udara yang berkebalikan. Tapi kenapa tidak dicoba dulu?

Kamis, 12 September 2013 jadi hari dengan pelari terbanyak dalam sejarah Playon Kamis Bengi (PKB) Semarang Runners. Hampir 90 orang berbaju putih berlari melawan arah menyusuri rute Segitiga emas, yaitu Masjid Baiturahman, pandanaran, Pemuda, Gajahmada, kembali ke Baiturahman dengan jarak 6kilometer.

Jam 19.00 waktu Semarang, diawali dengan pengenalan komuntias yang datang, diantaranya ada Semarang Runners sebagai leader, L-men Semarang, Hi-lo Semarang dan banyak pelari dengan membawa nama, jabatan dan kepentingan masing-masing. Pelari pemula dan yang sudah advance saling berkenalan, bertukar info, Semarang runners memberikan latihan bagaimana pemanasan, lari, dan pendinginan yang baik, L-men membagi informasi bagaimana menjaga pola makan agar tubuh tetap sehat. Banyak sekali  teman baru dan ilmu yang saya dapatkan di forum ini.

Oke lanjut ke acara inti yaitu "LARI", pelari advance memberikan jeda waktu 10 menit bagi pelari santai untuk memulai lebih awal. Lari malam hari membutuhkan konsentrasi dan penglihatan ekstra, karena kondisi gelap, pastinya tidak mau cilaka kan? bisa bisa kaki terperosok ke selokan, kepala mentok tiang listrik, nubruk tukang parkir dan pengguna jalan lain, yang paling parah adalah terserempet becak? *saya gak mau bayangin dicium bumper mobil dan sepeda motor*

Lari malam hari juga banyak godaannya, termasuk digoda bencong yang mulai buka lapak, tukang ojek cantik yang menawarkan tumpangan, asap dari warung penyetan, sate ayam, mie goreng menyesakkan hidung dan menyiksa perut yang kelaparan. wedangan dan berbagai penjaja makanan turut menggoda iman. Sialnya iman saya kuat, ditambah dompet dan handphone saya ketinggalan di tas yang dititipkan di Baiturahman, jadi tidak iman saya tidak dapat digoyahkan oleh bermacam godaan.

Eh ada foto saya, nomor 4 dari kiri, pakai kaos merah
Berikut ada Tips lari yang disampaikan Mas Idham Cholid.
- Pilih baju (atasan, bawahan, kaos kaki) yang nyaman
- pilih sepatu yang tepat sesuai trek, kecuali mau nyeker barefoot
- log aktivitas lari
- install aplikasi lari di smartphone
- atur pola makan, minum yang cukup
- atur jam tidur, ideal 6-8 jam
- gunakan teknik lari yang benar
- gabung komunitas lari
- targetkan untuk naik level larinya, 5k, 10k, HM, FM, ultra
- di awal lari, tidak perlu bernafsu naik level, peningkatan jarak 10% dari jarak terjauh sebelumnya
- sehari lari, sehari istirahat, memberikan kesempatan otot istirahat dan berkembang/adaptasi
- untuk peningkatkan speed : latihan core dan interval
- jangan lupa kan pemanasan (statis &dinamis) dan peregangan www.strongrunnerapp.com
- otot perlu diperlakukan seperti mesin diesel, start lari dengan pace rendah setelah nyaman larinya mulai kenceng pacenya

Posisi lari :
- kepala tegak mengarah ke depan
- bernafas menggunakan hidung dan mulut
- posisi tubuh agak condong jatuh ke depan
- posisi lengan siku di sudut 90'
- lengan diayun relax ke depan belakang dan tidak melintasi garis tengah badan
- kaki berayun lurus, tidak nyerong ke sisi berlawanan
- jarak pendaratan antar kaki tidak terlalu jauh
- mendarat menggunakan mid foot

Type pendaratan kaki:
- fore foot
- mid foot
- heel foot

Playon selesai sekitar jam 21.30 setelah bermacam konspirasi dan labil hati #eh, dilanjutkan dengan agenda masing-masing. Sedangkan saya masih harus menyusuri aspal bergelombang diatas dua roda sejauh 18 kilometer menuju rumah di Gunungpati, dan perbedaan suhu udara sukes bikin pori pori kulit mengkerut kedinginan.

Eniwei... Lari bersama di malam hari memang ada baik dan buruknya, tetapi kita ambil manfaatnya saja ya. Perlu diingat lagi, lari kamis malam (#PKB) hanyalah FUN RUN santai saja, jadikan sebagai tempat bersosialisasi dan bersenang-senang. Untuk lari yang lebih serius bisa direncankan lebih lanjut. Sampai jumpa di Playon Kamis Bengi Selanjutnya. #marilari.

Salam holiday runner
@slamsr

16 comments:

  1. Replies
    1. Kan emang masi muda mas, cuma ada boros dikit.

      Delete
  2. Wahh, keren nih mas slam.. Jangan lupa bawa petromax.. Hheee

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. sampun mas... dapet jodohnya malah gak suka lariiii =))

      Delete
  4. olahraga paling murah meriah.. sehat selalu mas

    ReplyDelete
  5. boleh lari malam-malam asalkan jangan sampai gendong TV, dvd, atau kulkas
    entar di teriakin maling,
    acara kayak gini gak cuma dapet sehatnya saja tapi bisa kumpul sama komunitas buat silaturahmi juga dapet.

    ReplyDelete
    Replies
    1. berati lari bawa anak gadis orang boleh mas? haha

      Delete
  6. wah olaraga kreatif
    bagus ntu
    makasih tips lari-larinya

    sukses selalu ya Slam

    ReplyDelete
  7. Wahh, mantep tuh gan . sangat bermanfaat..,.,

    ReplyDelete
  8. Belum pernah lari malem
    Beliin sepatunya donk :|

    ReplyDelete
  9. Keren bro, kalian luar biasa,. Joss gandos..:)

    ReplyDelete

Silakan berkomentar, jangan lupa senyum yang mesra dulu (hukumnya wajib) dan kunjungi juga blog sketsa Badakjawa dan Mobile photoblog SlamsPhoto.

NB : Harap tidak berkomentar jika hanya untuk nyepam dan menambahkan link obat-obatan. Jika ingin klarifikasi dan bertanya lebih lanjut, silahkan kirim lewat email.