Kebiasaan Buruk Penggunaan Listrik Yang Menimbulkan Kebakaran Rumah

Tuesday, May 21, 2019

"Nah, kan! Terjadi hubungan singkat arus listrik"

Seloroh saya tiap kali ada berita kebakaran di televisi. Lagi-lagi yang jadi penyebab kebakaran adalah korsleting. Apa benar dia yang salah?

Menurut catatan dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) DKI Jakarta, pada tahun 2016, jumlah kebakaran akibat hubungan singkat listrik yang terjadi di Jakarta bahkan mencapai 73%.

Korsleting bikin was-was ya. Namun, menurut saya, kesalahan seringkali justru karena kita sendiri (para konsumen) yang kurang peduli, kurang tau dan kadang menyalahgunakannya secara berlebihan dan tidak mempedulikan keamanan pemakaian listrik.

Contohnya saya sendiri:
  • Menggunting kabel yang sedang menyala sampai muncul percikan api, suara "blup" dan bau kabel gosong, itu namanya GE-GA-BAH!
  • Tanpa sengaja menempelkan kabel fase dan netral tanpa beban dalam kondisi hidup, lalu terjadi percikan api, muncul suara "pssssstttt", kabel mulai meleleh, dan asap putih membumbung ke udara, itu namanya NE-KAT!
Untung hanya melepuh terbakar, tidak sampai kebakaran. Iya, ini adalah pengakuan dosa waktu dulu sering teledor tentang kelistrikan.

Dari sini kita tahu, penyebab kebakaran lebih banyak terjadi karena kesalahan kita sendiri para konsumen. Jika pemasangan dan perencanaan listrik di rumah sudah benar dan dilakukan oleh instalatir bersertifiat SLO, sebenarnya sudah aman dan terjamin dari risiko kebakaran.

null

Sudah lama pengen sharing tentang kebiasaan kelistrikan ini. Karena masih banyak orang yang mengabaikan keamanan rumah terkait dengan pemakaian listrik. Termasuk istri saya yang punya kebiasaan buruk tidak pernah mencabut charger hape dari colokan.

BERIKUT KEBIASAAN YANG KELIRU DAN DAPAT MENYBABKAN KEBAKARAN:


1. Pencabangan dan menumpuk colokan
Menghubungkan peralatan listrik yang berlebihan pada satu stop kontak, dicabang atau ditumpuk adalah kesalahan fatal yang dapat menimbulkan panas berlebih dan kerusakan kabel. Ending-nya kabel meleleh, korsleting dan terbakar menjalar ke seluruh rumah. (lihat gambar di atas) Kalau sudah lihat, jangan ditiru ya. TUMAN!

Misalnya, satu stop kontak dicabang-cabang, dihubungkan dengan TV, kulkas, magic com, komputer, ngechas hape 5 biji. Jenius! dan Selamat, Anda baru saja memesan satu tiket kebakaran rumah.

Maka dari itu, hindari terlalu banyak menghubungkan peralatan elektronik ke satu stop kontak, apalagi sampai disambung memakai colokan T bercabang 3. Kemudian segera cabut charger setelah selesai mengisi daya handphone. Selain bahaya kebakaran juga boros listrik.

2. Pengkabelan yang tidak sesuai kapasitas
Disarankan untuk melakukan perawatan secara berkala terhadap instalasi listrik seperti memeriksa kondisi kabel, panel listrik, sambungan kabel dll. Terlebih jika di rumah rawan tikus. Kemudian jangan pakai kabel roll untuk instalasi permanen, karena berbahaya jika terjadi lonjakan listrik.

Kemarin saat renovasi rumah total, saya buang semua kabel lawas dan mengantinya dengan yang baru dan berukuran besar. Lumayan menguras dompet sih, tapi demi keamanan. Saya juga berinvestasi dengan menggunakan MCB untuk membagi jalur listrik supaya lebih aman dan efisien dalam perawatan.

null

MCB

Mini Circuit Breaker (MCB) adalah sakelar listrik yang dioperasikan secara otomatis yang dirancang untuk melindungi peralatan listrik dan manusia. MCB didesain untuk melindungi peralatan rumah dari beban lebih, mendeteksi level daya listrik yang tidak aman dan secara otomatis mematikan aliran listrik.

Fungsi MCB ada 2, yaitu untuk mencegah beban lebih (overload) dan mencegah hubung singkat (short circuit) yang lebih sering kita kenal dengan istilah korsleting.


Beban lebih (overload) itu apa?

Beban lebih adalah kondisi dimana peralatan listrik yang kita nyalakan melebihi batas kapasitas daya yang diperbolehkan oleh MCB.

Contoh gampangnya: Pelanggan listrik 450watt akan dipasang MCB 2A pada kWh meternya (meteran) dengan tujuan jika pelanggan memakai daya lebih dari 450watt, otomatis MCB akan njepret dan listrik dalam rumah mati untuk menghindari kelebihan beban.

Contoh lebih gampang lagi: Jika memakai daya 450watt, jangan berani-berani menyalakan gerinda 450watt, masak nasi di magic com, dan setrika secara bersamaan. Yakinlah MCB di meteran bakal njepret dan listrik mati.

Hubung singkat (korsleting)
Fungsi kedua dari MCB adalah mencegah terjadinya hubung singkat. Seperti pengalaman saya di atas ketika menggunting kabel dan menyambung kabel. Pada saat kabel fase dan netral terhubung secara langsung, terjadi lonjakan arus listrik yang sangat cepat. MCB akan mendeteksi lonjakan arus ini dan akan memutus arus listrik. Apabila tidak ada proteksi MCB maka lonjakan arus tersebut dapat membakar kabel listrik yang menimbulkan potensi kebakaran dalam rumah.

null


Di rumah, saya pakai MCB Domae Schneider Electric. Keunggulan dibandingkan MCB lainnya yang ada di pasaran, yaitu ketahanan mechanical trip hingga 20,000 kali dan electrical trip hingga 10,000 kali.

Mechanical Trip adalah ketahanan MCB, yang mana toggle (tuas)-nya dapat diturunkan dan dinaikkan secara manual hingga 20.000 kali, sedangkan electrical trip adalah ketahanan MCB untuk mengalami trip secara elektrikal sebanyak 10.000 kali. Bisa dibilang ketahanan mechanical trip & electrical trip MCB Domae Schnieder ini lebih kuat 2 kali lipat dibanding yang MCB lainnnya di pasaran.

Yang perlu digaris bawahi adalah memiliki MCB dengan ketahanan yang tinggi itu sangat penting, karena potensi kebakaran yang disebabkan oleh arus listrik sangat tinggi.

Salah satu ciri MCB yang tidak baik adalah mengeluarkan suara seperti dengungan. Hal ini biasanya diakibatkan oleh komponen di dalam MCB yang berkualitas rendah, dan dalam beberapa kasus juga diakibatkan oleh pemasangan yang salah. Pemerintah Indonesia mewajibkan MCB yang dijual di pasaran harus bersertifikat SNI, jadi pastikan MCB yang Anda beli sudah berlogo SNI.

Semoga sharing tentang kelistrikan ini mampu mengurangi risiko kebakaran dalam rumah karena korsleting, terutama kebiasaan buruk yang selama ini terus kita lakukan terkait penggunaan listrik.

You Might Also Like

4 komentar

  1. Duh kebiasaanku bgt itu kalo ngecharge suka tumpuk2... Semoga setelah baca ini tidak seperti itu lagi.... Mkasih infonya mas slam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau sementara kayanya gapapa untuk menggunakan tumpuk tumpuk, seperti pas acara kopdar gitu. tapi kalau sudah tiap hari ditumpuk itu yang bahaya. butuh pengaman MCB yang bagus untuk jaga jaga

      Delete
  2. waduh ternyata kalau sering charger tumpuk2 bisa bahaya juga ya, makasih infonya kak jadi nambah pengetahuan buat keselamatan menggunakan peralatan listrik

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan sering sering, boros juga kalau sering ngechas

      Delete

Followers