Trailrunning Horror Di Bukit Siwakul Ungaran

Monday, January 07, 2013



"Siapa suruh lari sendirian?"
Kaki ini memang keranjiangan, dengkul baru 4 minggu proses penyembuhan sudah gatel ngajak lari di alam bebas. Target kali ini di Bukit Siwakul Ungaran, letaknya di belakang SMP3 Ungaran, dengan koordinat di google map -7.11580161,110,40637514. Saya sudah lama penasaran, sebenarnya ada apa di pucuk bukit itu, karena tiap saya berangkat kerja dan melewati jembatan kali garang, mata saya tertuju digundukan tanah dan pohon lebat penuh misteri itu.

Bukit Siwakul Ungaran
Sabtu kemarin terlaksana juga, motor saya titipkan di Dinas Pekerjaan Umum kab Semarang dan mulai lari dari jembatan. Memasuki kaki bukit terdapat papan nama bertuliskan "Tanah Milik Yayasan Dewantara Ungaran", saya harus mengitari 3/4 bukit ke arah utara untuk mencari jalan setapak yang dimaksud. Bukit ini difungsikan sebagai perkebunan melihat banyak sekali pohon rambutan, beberapa sayuran dan informasi dari penduduk sekitar.



Langkah ini semakin berat, Sepatu saya kotor dibalut tanah yang lengket karena hujan semalaman, pagi hari ini pun masih mendung dan gerimis. Rute yang saya lalui cukup mudah, kemiringan hampir 45 derajat. Di tengah perjalanan terdapat kolam penampuangan air yang kering berukuran 5x5 meter, dari sini terlihat perumahan dipinggir sungai, genting SMP3 Ungaran dan sepanjang jalan pramuka.



Waktu yang dibutuhkan untuk naik dari bawah sampai puncak tidak lebih lama dari menanak nasi di magicjar, butuh sekitar 10 menit saja dengan berlari. Tapi tidaklah puas bila hanya lari dan lari, saya abadikan semua yang mampu saya lihat, saya nikmati semua yang ada, membuka lebar lebar lubang hidung dan memanen udara kaya oksigen sendirian. Ditambah bonus berupa pemandangan satu batalion rayap yang sedang bergerilya di tanah dan kepungan nyamuk se kecamatan.

Semacam Kuburan Cina dan Gundukan batu 2x1meter di puncak Gunung Siwakul
Sampai di puncak suasana berubah drastis menjadi singup, horror dan mirip lokasi uji nyali. Di puncaknya Terdapat tanah datar seluas lapangan badminton dikelilingi pohon rindang. Ada semacam makam cina di pintu masuk pertemuan 2 jalur jalan dari timur dan utara, sedangkan di tengahnya ada tumpukan batu sepanjang 2x1 meter menyerupai kijing dan nisan.

Pemandangan yang sejuk sekaligus horror berbentuk terowongan
Sumpah, saya gak ikhlas dan gak niat untuk pipis disini meskipun sudah kebelet. Di sebelah utara terdapat semacam jalan masuk, di samping kanan dan kiri dipagari pohon rindang, sedangkan diatasnya seperti membentuk atap, akar pohon beringin menjulur hampir menyentuh tanah bagaikan tirai.

Niat memotret landscape gunung ungaran, perkotaan dan sekelilingnya dari puncak gagal karena tertutup oleh rimbunnya pohon. Hanya terlihat cahaya tembus dari langit atap bukit yang overexposed bila dipotret. berikut ada video saat saya turun, entah mengapa gambarnya jadi rusak gini #alibi.


saya turun melawati jalur berbeda yaitu jalan setapak menuju timur ke arah jalan raya. Saya pikir masih ada jalan setapak, ternyata jejaknya sudah hilang saking lamanya tidak dipakai, saya terpaksa membuka jalan, sampai ngesot dan kepleset karena tanah basah dan licin, Berjibaku dengan sarang laba laba dan satu batalilon nyamuk hutan yang siap sarapan darah segar.
Rute Jalan setapak Bukit Siwakul
Total jarak tempuh pelarihan di Bukit Siwakul Ungaran hanya 2.85KM, pendek tapi lumayan bikin spot jantung, lain kali bisa nge-camp dijadikan lokasi uji nyali *elus elus dengkul*.


Salam Olahraga
@slamsr

You Might Also Like

20 komentar

  1. Konon itu makam keramat, kok ndak nyoba pipis di situ Slam?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bhahaha kalo pas pipis terus ada yg gandulan njuk piye?

      Delete
  2. hyahahhaa.. apik keknya nggo hunting foto bang, pohon sing nglewer2 kui keramat ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo soal keramatnya aku gak tau persis, cuma bagus saja buat foto.
      kalau yg keramat kayanya ada di 2 kuburan ituh...

      Delete
  3. asline sing horor kuwi sing mlayu2 wkwkkww

    ReplyDelete
  4. Slamet, saya mau nanya, kalau lari-lari gitu, bekal Slamet seperti air minum dan kamera itu ditaruh di mana? Apakah disimpen dalem tas? Terus kalau lari-lari gitu, apakah sambil ngegandol tas? Tasnya terasa berat, nggak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba vicky, saya jawab,
      kalau dekat, gak lebih dari 10km saya cuma bawa dengkul saja, gak bawa tas, paling cuma bawa kamera dan air mineral gelasan atau botol kecil ditenteng di tangan.

      kalau larinya jauh, pantasnya sih bawa tas khusus lari yang kecil. cukup untuk bawa air 1 liter, hape dan uang.
      kemarin waktu 34km saya bawa tas ransel karena gak punya tas lari. tapi sudah saya modif supaya kencang dan gak "upluk upluk" pas lari.

      #begitu

      Delete
  5. gila nih orang, udahlah lari sendiri di utan, eh sempat2nya moto sendiri.. ati2 lho slam, hihi.. hihi..

    run forrest run!!

    eh

    run slam run!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. kurang kerjaan juga, maklum kalo diem dirumah malah stresss
      dan narsis itu ternyata kadang perlu biar eksis yas, bhehehe "lari diatas kasur"

      Delete
  6. Kalau kamu nekat pipis, piye, Slams?
    Wani ra? :mrgreen:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha sembuh mba, mungkin dahan pohonnya kering atau layu :p

      Delete
  7. kok bisa foto2 itu kelihatan jauh...?
    Msh ga percaya..
    Iya, terowongan itu horor banget dehhh.. >.<
    Kayaknya ada sesuatu yang kameramu ga bisa nangkeppppp...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh gek bikin horor sendiri, fotonya kelihatan jauh? yang mananya? mungkin hapenya canggih hehehe

      Delete
  8. Bang itu lokasinya dimana? Di google maps pake koordinat di atas ga bisa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, gak masuk di google map.
      kalau sudah di terminal sisemut ungaran udah kelihatan kok, lewat jalan alternatif

      Delete
  9. maaf mas sebelumnya sudah ijin sama juru kuncinya blom ,soalnya klo blom bakalan cpt kesel soalnya beberapa penghuni di situ ngambil energi dlm tubuh kita, ...itu saran saya
    Salam Murid/siswa nya juru kunci gunung suwakul pak supeno

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah baru tahu soal kaya gituan. terus kudu izin kemana? kontaknya? alamatnya?

      Delete
  10. Mas, masih mau naik? aku sekarang tinggal diperumahan bawah bukit itu. Ngga ada hororan kok diatas sana. biasa aja. Percaya, kalau main kesana mampir ke rumah ku yg pojokan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah calling caling ya mas, dimensyen juga boleh

      Delete

Followers

Statistik

Blog