Showing posts with label inspirasi. Show all posts
Showing posts with label inspirasi. Show all posts

27 February 2012

Anak Semir Sepatu - Masjid Baiturahman

12 comments:
Kemarin Jumat saya kopdar JAMU bersama para tukang loenpia di Pujasera Simpang Lima. Untuk menghemat waktu, saya langsung ke TKP sepulang kerja, eh ternyata saya datang 90 menit terlalu awal dari jadwal meetup pukul 19:00. Perjalanan Ungaran - Simpang Lima lumayan bikin kerongkongan dan gigi saya kering, jadi mampirlah saya ke kucingan depan Masjid Baiturahman sekedar mendinginkan pantat dan membasahi gigi.

Anak Semir Masjid Baiturahman - Menggosok sepatu
Langit mulai gelap dan suara Adzan Magrib berkumandang, Muadzin memberi tanda bagi para muslim untuk menunaikan sholat. Saya tinggalkan teh hangat dan gorengan super renyah untuk melangkah ke Masjid Baiturahman (tumben nih saya waras). Setibanya di tangga masjid saya langsung dihadang 2 anak kecil yang menawarkan semir sepatu "mas semir mas, buat biaya sekolah mas, seikhlasnya saja".

"gak usah dek, makasih" saya menolak, namun 2 anak itu terus menawarkan semir sampai saya duduk ditangga  dekat pintu tempat wudhu dan melepas sepatu. Akhirnya 2 anak itu menyerah dan balik kanan begegas mencari orang lain yang memakai sepatu pantofel untuk ditawari semir, lagi lagi dengan alasan buat biaya sekolah.

21 December 2011

Kemalingan Motor - salah siapa?

9 comments:
Pagi hari berangkat kerja seperti biasanya, kesetanan riang gembira mancal gas motor 100cc dengan kecepatan maximal 90km/jam, ngebut dijalan, menikung di tikungan, menyalip truk tronton dan bus patas diantara ramainya jalanan gunungpati - ungaran - karangjati saat jam sibuk.

Gak setiap hari kebut-kebutan seperti itu sih, cuma hari ini harus menghampiri Handa (ibu satu anak) yang kebetulan temen satu kantor dan satu julur. Setiba dirumah Handa yang multifungsi, merangkap untuk toko, wartel dan tempat nyusuin bayi, Langsung saja parkir motor didepan rumahnya dan masuk kedalam. Entah ada apa tapi perasaanku sudah tidak enak sejak keluar rumah.

Agak lama (5 menit) dan bosen juga nunggu dia menyusui anaknya yang baru berumur 2 bulan. "tunggu sedelok ya, jik nyusoni anakku" sahut Handa sembari memegang sustagen (susu tanpa stagen) *duh bati sitik*. Posisi Rumah multifungsinya ada dipinggir jalan babadan, lumayan strategis, ramai dan bising suara kendaraan lalu-lalang tiap detiknya.

"nda, ayo berangkat dah kesiangan nih" seruanku agak lebih keras sambil melirik jam di handphone dan melihat isi toko yang penuh jajanan, WOW ada juga bilik wartel yang kosong tak terpakai. Usaha wartel sepertinya pada gulung tikar dan menuju kepunahan, mulai ditinggalkan pelanggan setianya karena sekarang handphone lebih praktis dan murah.

"ayoo ndaa mangkat, awas!! satu menit lagi gak keluar aku tinggal!!!" nggrundel dalam hati. Beberapa detik dia keluar dari kamar selesai menyusui anaknya, Astagfirullah bajigur ketok sitik maneh!! bersiap, saatnya  berangkat kerja.

MOTOR DIMANA MOTOR?!!! *panik* waktu keluar dari rumahnya motor sudah lenyap, berharap ini cuma acara tivi sulap Dedy Cobuset atau Uya emang kuya yang kuyang kerjaan ngumpetin motorku.
"pak motorku dimana?" Aku tanyai tetangga sebelah tetapi tidak tahu,
Orang yang seliweran juga tidak luput dari pertanyaanku "lihat motor supra hitam disini tadi gak mas?" tapi tidak ada yang tahu juga, semua pada geleng kepala.

KAMPRETOS NOMOS bener!! (panik tingkat dewa), Handa langsung menyarankan untuk menghubungi kantor polisi. namanya juga orang panik, akunya malah bingung mau telpon siapa? mantan HRD, teman kantor yang suaminya polisi, atau polisi preman yang pernah aku tabrak?

Langsung shock karena saking paniknya, aku jatuh jongkok merenung dipojokan, semuanya menjadi gelap dan hening. Dengan seketika muncul suara KRINGGG KRINGGG KRINGG, eh sirine polisi yang dulu nguing nguing sekarang udah ganti jadi sirine tukang es krim keliling ya?

Aku buka mata, sekeliling sudah mulai terang, aku tengok jam sudah menunjuk pukul 5:10. Kemudian aku bergegas keluar rumah, Pintu sudah terbuka lebar dan motor terparkir manis didepan rumah. Astagfirullah ternyata tadi malam aku lupa masukin motor dan ngunci pintu rumah, sedangkan akunya seperti bayi tak berdosa tertidur pulas mimpi dikamar (toyor-toyor kepala sendiri, jedotin ke tembok, celupin ke ember, jedotin kepala lagi).

Belakangan ini sering terjadi kasus kemalingan, bahkan tempat kos yang ramai dan banyak penghuninya pun bisa kebobolan. Lah ini sungguh suatu keajaiban atau memang nasib lagi mujur gak ada maling yang durhaka lewat depan rumah, (gak cuma sekali) Motor dari malam sampai pagi buta terparkir bebas tanpa penjagaan, gak dikunci setang dan pintu rumah terbuka lebar malah malah aman-aman saja. Gunungpati memang tempat yang aman.

INGAT!! Waspadalah, waspadalah WASPADALAH (mlintir bulu dada bang napi)

19 December 2011

Cinta Walau dan Kalau

6 comments:
Aku cinta orang tua ku, Kalau mereka baik-baik saja, senantiasa sehat, tidak rewel dan menyenangkan
Aku cinta pasangan ku, Kalau dia selalu baik, mengerti aku, perhatian, sayang, dan ehemm ehemm.
Aku cinta teman-temanku, Kalau mereka selalu hadir pada saat-saat dibutuhkan dan dapat diandalkan.

Belum lama ini saya menjadi stalker sekaligus pengamat di Timeline facebook, bukan karena fitur profil barunya menurut saya adalah perpaduan plurk dan blog, tetapi  lebih kepada menjadi pengamat status apa yang jadi trending topic ketika seseorang  galau, patah hati dan putus cinta, banyak sekali saya menemukan status yang menagndung kata "kalau" seperti status berikut :

Okelah hal itu sangat manusiawi, Dan kenyataannya dalam kehidupan kita sehari-hari, kita akan sangat sering menemukan “cinta kalau”, tetapi bagi para pencinta, selalu ada “cinta walaupun”. Apakah cinta itu ? Apakah cinta itu bersyarat ? Apakah cinta membutuhkan alasan ? Mungkinkah kita bisa membawa “cinta walaupun” dalam kehidupan kita sehari-hari ?

Jika kita melakukan “cinta kalau”, apakah itu pantas disebut cinta ? atau mungkin lebih tepat disebut sebagai “bisnis”. Jika di dunia ini, semuanya hanya ada “cinta kalau”, maka dapat dipastikan dunia ini menuju ambang kehancuran.

Kita hanya bisa tumbuh dan berkembang dalam “cinta walaupun”, seandainya Orang Tua yang membesarkan kita dengan versi “Cinta Kalau”, sungguh kita tidak akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan bahagia. Begitu juga dengan rumah tangga, pasangan suami-istri, tak akan mungkin bisa hidup bahagia dengan “cinta kalau”.

Dunia ini hanya akan menjadi tempat yang indah, bila ada yang masih bersedia mencintai.... walaupun.... belum punya pacar sekalipun. #makJLEB, mangkannya buruan tembak aja slam!!

29 November 2011

3 Film Wajib Tonton buat Pencinta Basket

18 comments:
Belakangan ini saya disibukkan dengan kerjaan dikantor sampai harus lembur dan mencari materi skripsi, bisa jadi malah agnti judul karena judul yang pertama terlalu dahsyat buat direalisaskan, ditambah dosbing yang cuek, bikin stress mengendap dikepala *curcol detect*.

Nah biasanya buat ngusir stress saya main basket tiap minggu pagi, tapi karena 1 hari itu ada 24 jam, dan 1 minggu itu hanya ada  604.800 detik *banting kalkulator beras*. Rasanya gak cukup kalau hanya olahraga, nah kadang saya juga sempatkan untuk menonton Film  sebagai obatnya, entah itu bajakan, download atau nyewa DVD.

Nah ini ada 3 Film Tentang Basket yang menurut saya bagus, tentunya banyak inspirasi dan pengalaman berharga yang bisa dipetik dari pelik cerita dan konflik didalamnya.

02 November 2011

Freestyle basket, Memilih kepuasan atau Menang?

16 comments:
Sepulang dari kumpul 1300 blogger nusantara di Sidoarjo, saya ditanyai oleh Kiwil (bukan nama sebenarnya) saat perjalanan pulang didalam Bus.
kamu ikutan posting kompetisi blog, blogger nusantara gak slam?
yang pasti aku posting, tapi mbuh kapan, kalo kamu?
wah aku malu, minder sama blogger lain
tapi hadiahnya keren lho!! ada galaxy tab, duit 5 jeti juga!!
paling juga kalah slam!!
ah masa Kalah sebelum bertanding? *sumpeli kuping pake headset*

Jadi inget dulu waktu saya  masih rutin latihan basket, stamina bagaikan banteng dan nafas tukang becak!, saya gemar nantang orang buat basket 1 on 1, ngajakin orang yang belum kenal buat main bareng padahal kemampuan biasa-biasa saja. Bukan pengen menyombongkan diri, tetapi lebih ingin dapat lawan tanding baru supaya gak monoton, latihan sama itu itu saja.

Akhirnya bertemu juga dengan orang yang sok, OKI (nama samaran) orangnya gede jangkung, kakinya lebih panjang 5 centi, egosi, kutak kutik bola sendiri, 4 orang dalam team dianggapnya patung, pokoknya kalo 1 team sama dia rasanya pengen ndrible pake kepalanya, terus dicemplungin diember.

27 October 2011

Peringatan Penting yang sering Kita Abaikan

5 comments:
ini adalah cerita dari tetangga saya yang pastinya bisa diambil manfaatnya.

Jadi saya mempunyai tetangga yang tinggal tak jauh dari rumahku, seorang kakek berumur sekitar 60an, tinggal bersama istri dan seorang anak laki laki. dia mempunyai kebiasaan makan makanan yang manis seperti gadis manis, gula, permen, minum kopi dengan takaran gula yang tidak normal. Dia sudah berulang kali diperingatkan oleh anaknya untuk meninggalkan kebiasaan buruknya tetapi tidak dihiraukan dan tetap melanjutkan kebiasaannya.

Suatu hari dia jatuh dan lengannya tergores, tetapi goresannya itu tak kunjung sembuh bahkan sempat infeksi dan meradang. Kemudian diperiksakan di puskesmas terdekat diantar oleh anak laki-lakinya. Tak lama kemudian dia divonis menderita Diabates (penyakit gula) dan disarankan untuk meninggalkan kebiasaanya makan makanan yang manis.

11 October 2011

Bisakah Bekerja sambil Bersenang-senang?

7 comments:
Kemarin saya mampir ke swalayan yang berada di ungaran, pengen mencari sebuah kemeja yang bagus buat acara formal seperti kondangan atau rapat. Satu jam, dua jam berputar-putar di komplek pakaian cowok, yang ini dicoba, itu juga dicoba, tapi saya tidak mendapatkan kemeja yang saya inginkan, sampai penjaganya ikutan pusing liat saya mondar-mandir .

Malah saat di kamar ganti, kemeja mbladus berwarna navy bergaris vertical dan sudah 1 tahun saya pakai ini terlihat lebih keren dibanding yang baru, padahal model  baju yang baru masih banyak. Akhirnya saya pulang dengan tangan hampa, Itu karena saya terlalu memilih-milih, yang itu coraknya norak, yang ini harganya mahal tingkat dewa, yang disonoh warnanya NGEJRENGG Alay najis banget!, yang itu terlalu formal, wahaha ternyata saya banyak maunya, kelamaan milih.

03 August 2011

Sebungkus Nasi dari Nenek untuk Anakku

11 comments:
Kali ini saya buka puasa di kucingan/angkringan, tepatnya di alun-alun ungaran, depan apotek Sari Sehat dan persis di sebelah kiri bank mandiri ungaran. Kucingan milik pak kuncung ini adalah tempat favorit saya ngumpul bersama teman-teman sebelum masuk kampus, sudah murah meriah, banyak pemandangan eksotis dan ramai juga.

Saya duduk bersila diatas karpet merah bersama dua orang teman saya yang sudah tidak sabar menyantap isi bungkusannya. Akhirnya suara adzan magrib dari masjid Istiqomah seberang jalan pun berkumandang, tibalah saatnya waktu berbuka. SIKATTTTT DAB!!!

"Allahuma lakasumtu wabika amantu wa'ala rizkika aftortu birohmatika ya arhamarrohimin"

Alhamduilah puasa hari ini terlampaui juga, diawali dengan mencicipi soup buah yang tadi sore saya beli di jalan asmara, hmmm... dari tadi sore harum dan segarnya soup buah sudah terbayang menjejali otak kanan akibat reflek dari otak reptil. Kuah warna merah muda campuran antara susu kaleng dan sirup merah manis sungguh menyegarkan, membasahi bibir, memuaskan lidah, meluncur ke tenggorokan dan menyerap diperut. rasa dahaga setelah berpuasa seharian lenyap sudah.

Estafet berbuka puasa dilanjut dengan sebungkus nasi pindang seharga seribu perak dan bakwan jagung seharga lima ratus rupiah. Makan satu bungkus saja sudah kekenyangan, alhamdulilah sudah cukup untuk membatalkan puasa.

saat tangan kanan hendak menyendok nasi pindang dan tangan kiri memegang bakwan jagung, datanglah seorang nenek renta yang sudah bungkuk, umurnya mungkin sekitar 60 tahun, mengenakan jarik coklat, hampir seluruh rambutnya beruban tidak beraturan. dia berjalan lambat menuju grobag dituntun cucunya dan ditopang tongkat bambu yang dia pegang dengan erat.

"sungguh kasihan" nenek ini adalah pengemis, saya pernah melihatnya meminta di lampu merah alun-alun. Saya merogoh mencari uang kecil di kantong celana sebelah kanan, tempat biasa saya menyimpan uang koin bergambar bunga melati, sepertinya masih ada tiga atau empat koin 500an untuk bayar parkir.

Ternyata nenek dan cucunya hanya lewat saja, berjalan menunju ke grobag pak kuncung, memesan 2 nasi bungkus dan 1 gelas teh hangat. Saya memasukan kembali uang koin ke saku celana, ternyata nenek tadi juga ikut berbuka puasa, aku dia akan mengemis. nenek itu makan dengan tergesa-gesa, hanya 5 menit dan meminta 1 bungkus nasi untuk dibawa pulang.

Dia menghitung recehan kucel yang disimpan  diselendangnya, membayar sesuai hitungan pak kuncung dan pergi menyeberang jalan. Dengan dituntun cucunya dia menyeberang menerobos jalan raya, untunglah lalulintas magrib itu tidak begitu ramai.

Suatu peristiwa yang tidak saya duga terjadi, dia menghampiri seorang laki-laki kurus, berjongkok diemperan toko yang sudah tutup. Kulit laki-laki itu gosong, hitam kusam, rambutnya kaku merah dan awut-awutan tak terurus seperti ijuk, bajunya kotor dan bolong-bolong. Ya saya tau laki-laki itu, dia adalah gelandangan stress gila yang sudah sejak lama mondar-mandir menghuni jalan itu.

Nenek dan si cucu menghampiri laki-laki tadi, sang nenek menyapa dan memegang tangan orang gila tersebut. saya lihat dia bercakap-cakap sebentar. Karena jaraknya agak jauh dan bising suara kendaraan, saya tidak mendengar apa yang dia katakan.

Tapi terlihat sangat jelas sekali, nenek itu memberikan bungkusan nasi kucing yang tadi dia beli kepadanya dan menangkupkan kedua tangannya seakan-akan mengatakan "ini makanlah buat kamu anakku". Nenek itu juga memberikan beberapa koin uang receh dari dalam selendangnya, Subhanalloh. Sedangkan laki-laki stress tadi hanya bengong menatap nenek dan cucu berlalu pergi dari hadapannya.

Ayunan sendok didepan mulut saya mendadak terhenti, terus menatap dan memperhatikan langkah kecil nenek tua itu yang menghilang dari terangnya lampu jalan Ungaran.

subhanallah.. sungguh mulia nenek itu, kondisinya memang kekurangan, tetapi dia masih ingat kepada orang lain yang juga mengalami kesusahan, padahal belum tentu dia mengenal laki-laki stress tadi. Saya, ada apa dengan saya? saya yang mempunyai ekonomi lebih dan kecukupan dari nenek itu, kadang masih enggan memberikan sedekah kepada orang lain yang membutuhkan.

Saya yakin puasa ramadhan ini penuh berkah, penuh ampunan, dilimpahkann rizki, mari beramal dan berbuat kebajikan dibulan ramadhan. jangan biarkan bulan mulia ini berlalu tanpa hasil, semoga setelah bulan ramadhan ini selesai kita menjadi manusia yang lebih baik, bertakwa, beriman dan lebih dekat dengan Tuhan.

Lokasi : Alun-alun Ungaran
Foto :
Inspirasi terkait : Nenek penjual opak Jalan Pamularsih

01 June 2011

Benang Merah Kehidupan

9 comments:
LAHIR, MATI, TAKDIR


Coba bayangkan ada seutas benang merah yang menjuntai dan
ujung-ujungnya terikat satu pada pohon beringin dan
satunya lagi ke pohon kamboja.

Benang itu bisa saja terikat dengan tegang kencang seperti mau putus,
sedikit menjuntai tergantung seperti kabel listrik dijalan-jalan, atau bahkan semerawut tak beraturan mengulung disana sini.

Tetapi yang pasti kedua ujungnya TETAP dan PASTI.

26 April 2011

Sahabat dan Inspirasi

22 comments:

Diumur yang sudah kepala 2 dan bercula 4 ini saya masih berkelana mencari jati diri. Masih terus belajar dari orang-orang disekitar. Saya Kebanyakan belajar menjalani hidup dari orang-orang yang tidak sempurna, dan dari mereka yang mempunyai hidup sempurna yang kadang membuat saya iri. Juga Dari orang-orang Idealis yang kadang dianggap egois.

***
@dektitut, Seorang Single parent yang kuliah S3 di Australia, menjadi seorang Ibu sekaligus sosok ayah bagi putrinya "gita" itu memang tidaklah gampang. Hidup di negeri orang pun tidak semudah yang saya bayangkan.

***
@didut : menjadi seorang pengopyak-opyak atau pencetus kopdar (kopi darat) itu gampang, tinggal datang lebih awal, cari tempat duduk yang strategis, pesen minuman, nikmati suasana, tunggu 30 menit, kalau gak ada yg dateng ya pulang aja, it's so simple. tapi bete juga kalo kopdar sendiri ahihihi.

17 April 2011

Arti Seorang Ayah

13 comments:

Semenjak saya kenal dengan Internet, email, friendster, kemudian blog pun menjadi tempat ekspresi, tempat menuliskan sejarah dan kisah, serta apapun yang terlintas dalam benak kedalam tulisan. Awal mulai menulis blog pun hanya curhatan dan kejadian disekeliling, kalo sekarang sekarang *teteuuup*.

Kemudian saya kenal dengan istilah "blogwalking" yaitu jalan-jalan ke blog sahabat dijagat maya. Tanpa sengaja menemukan Tulisan yang sangat inspiratif, tapi lupa nama blognya. Tulisannya memberikan motivasi dan merubah cara pandang saya, kata demi kata saya baca mulai dari judul sampai koma dan titik diakhir paragraf. kira kira seperti ini tulisannya :

Wanita ini adalah anak tunggal dari sebuah keluarga sederhana yang tinggal di pinggiran kota Jakarta. Sejak kecil ia sering dimarahi oleh ayahnya. Di mata sang ayah, tak satupun yang dikerjakan olehnya benar. Setiap hari ia berusaha keras untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginan ayahnya, namun tetap saja hanya ketidakpuasan sang ayah yang ia dapatkan.

09 February 2011

Nenek Penjual Opak Jalan Pamularsih

24 comments:
nenek penjual opak pamularsih
Jalan Pamularsih, samping kanan museum Ronggowarsito Semarang, saat itu hari minggu pukul 10 siang saya sedang berhenti di lampu merah pamularsih "huh panas sekali", kepala serasa memuai dibungkus helm, waktu itu saya terburu-buru karena ditinggal rombongan menghadiri pernikahan mas Munif di Krapyak.

Saya melihat seorang Nenek berdiri dibawah pohon membawa bakul plastik berisi Opak (jajanan terbuat dari singkong). Nenek ini umurnya sekitar 80 tahunan, wajahnya keriput, pipinya kempot, kulitnya hitam tersengat matahari, punggungya agak bungkuk memakai jarik batik warna coklat dan kerudung hitam  terduduk lesu, mungkin kepanasan dan kelelahan (berkata dalam hati). Lampu lalulintas menyala hijau, saya pun melenggang tanpa memperdulikan nenek ini karena terburu-buru.

Selang beberapa minggu saya lewat Jalan Pamularsih sekitar pukul 12 siang pulang dari Seminar Bedah buku di STEKOM Siliwangi. Nenek ini berjalan menyusuri trotoar sambil menggendong keranjang berisi opak, sepertinya habis jualan di Sekolah Dasar yang tak jauh dari situ. Kalau melihat dia menggendong bakul, saya jadi teringat dengan nenek saya yang meninggal 2008 lalu. Nenek saya sering membawa padi dan sayuran dari kebun untuk dijual ke pasar memakai keranjang bambu.

Saya pun berbalik arah di depan SMA Pamularsih (koreksi misal salah nama) dan menghampiri nenek yang sudah mangkal ditempatnya biasa berjualan Opak. "mbah tumbas opaknya mbah..." Saya cuma berniat membeli sedikit saja untuk cemilan dirumah, berapapun nenek ini menyebutkan harga akan saya bayar, tidak disangka dibungkusnya 1 kresek plastik penuh.  Lalu saya tanya sambil merogoh uang di kantong celana, sepertinya ada 10ribu kembalian beli bensin tadi pagi "wah kok katah men mbah? pinten niku?". Si nenek pun menjawab dengan suara pelan menundukkan kepala "tigang ewu mas" dalam bahasa Indonesia berarti "tiga ribu rupiah mas" dia masih mengisi plastik sampai penuh.

Duh kok murah banget ya, buat cemilan sendiri 1 hari pun gak bakal habis, lalu aku berikan saja semua uangnya. "niki mbah artone, mboten sah disusuki" 1 kresek penuh opak saya ambil dari jari-jari tuanya , sedangkan nenek itu berucap lirih dari pipinya yang kempot "matursuwun".

Sejenak aku duduk di jok motor sambil memandang nenek penjual opak itu, dia masih dengan pose yang sama berdiri dipinggir jalan. Mungkin sekilas orang yang lewat akan mengira dia seorang pengemis, tapi dia bukan pengemis. Sungguh Tak tega, sudah tua, jualan dipinggir jalan, tersengat terik siang hari, pantasnya dia menimang cucu di rumah.

Kasihan, tapi mungkin lebih tepatnya salut atas perjuangan nenek itu dibandingkan dengan orang-orang yang mengemis menengadahkan tangan meminta belas kasihan dengan wajah memelas sedangkan umurnya masih muda dan kuat untuk bekerja. Siapa sih yang mau dikasihani? membebani orang lain? Mungkin nenek ini juga tidak mau dikasihani atau membebani orang lain (anaknya).

Oiya tadi nanya-nanya sedikit sama nenek ini, katanya dia berjualan opak di sekitar SD pamularsih sejak pagi hari, misalkan anak anak sekolah sudah pulang dan opaknya masih banyak, dia beralih tempat di pinggir jalan berjualan opak sampai habis. Opaknya enak kok, gurih dan gak berminyak, aroma singkongnya masih terasa dengan taburan seledri garing.

Kalau lewat di Jalan Pamularsi dan menjumpainya, beli opaknya ya? lumayan buat cemilan waktu nonton bola atau lembur bikin tugas.

30 June 2010

Burung Merpati

20 comments:

Pagi ini hari Rabu 30 Juni 2010 sebelum berangkat kerja. Ada adikku (anak tetangga sebelah rumah) namanya Hilmi sedang bermain dengan burung merpati kesayangannya didepan rumah.
"kowe prei to mi?"
"he'eh mas" mengibas-ibaskan burungnya
"isuk isuk kok wis nggucel manuk to mi?!" bertanya sambil starter si EYE (motorku)
"hehe mumpung jik prei mas..." masih mengibas-ibaskan sayap merpatinya
"eh mi kowe nduwe manuk piro?" menghitung jumlah burung merpati yg dia bawa
"siji tok mas, wis ngedok loro"
"hasyemmm... manuk doromu kuwi to!! dudu manuk emprit sing mbok katoki!!" ngedumel di pagi hari
langsung tancap gas berangkat kerja

Hehe Maap itu pake bahasa Jawa Ngoko, ini saya tulis yang versi Bahasa Indonnya
"kamu libur ya mi?"
"iya mas.." mengibas-ibaskan burungnya
"pagi pagi kok sudah maenan burung mi?" bertanya sambil starter si EYE (motorku)
"hehe mumpung lagi libur mas" masih mengibas-ibaskan sayap merpatinya
"eh mi, kamu punya burung berapa?" menghitung jumlah burung merpati yg dia bawa
"cuma satu mas. sudah punya telur dua"
"syemmmm... burung merpatimu itu lho!! bukan burung pipit yang dicelana!!"

Anak sekecil ini sudah bisa ngebanyol, tapi nyerempet-nyerempet. Helmi ini sedang libur sekolah, umurnya masih kecil sekitar 12-an dan mau masuk SMP.

Dahulu Jaman seumurannya, aku masih suka nggucel ayam dan main layangan, kalo libur dari pagi hari sampe sore main di kali dan menyusuri sawah memancing apa saja yang bisa dipancing. Tapi memang kurang beruntung dengan namanya memancing jarang dapet, lepas terus!!
Mungkin anak jaman sekarang kalo libur maennya di EMOL, maen PS, Maenan Hape, internetan atau maenan Facebook!! jaman memang sudah berubah!!

12 May 2010

Memandang Pengemis Sebagai Pekerjaan

12 comments:

OWHHHHH BUSYEETTTTT!!
*itu reaksi seorang laki-laki keren seperti saya tentang realita pengemis jalanan*

Jadi begini ceritanya !! *ambil mic*
(11/5) Semarang, Simpang Lima
Tadi Siang Niat ingsun nyari kabel DB9, obok-obok seisi SCC Matahari (Semarang Computer Center) tapi gak dapet juga. Sekitar jam satuan perut ane kontraksi minta diisi , akhirnya jajan di Angkringan pinggir jalan Majapahit, sebelah parkiran persis.

Walaupun terlihat kurang bersih tapi tidak masalah, dikarenakan ane tergoda dengan setumpuk mendoan monthok berminyak yang masih anget, garing dan kriuk!!! *cleguk, nelan ludah*. Akhirnya pesan 1gelas teh anget yang ada bekas sabunnya, nasi ayam yang langsung habis dalam 5 suapan, dan 2 ekor mendoan kriuk yang berminyak sambil ditemani gadis disamping kiri, tukang ojek, anak sekolahan dan tentunya mas-mas penjual nasi yang lagi sibuk ngaduk teh anget.

Waktu mau nyendok nasi ayam goreng, baru saja dapat beberapa suapan eh... ada anak perempuan memakai baju pramuka, rambutnya merah dan lusuh minta-minta disebelah kanan (APMBPRMLMM).
APMBPRMLMM : "mas nyuwun mas.. mas nyuwun mas...." hampir 5X dia minta minta sambil pasang wajah melas
         aku diam aja sambil memandang rambut si anak itu *wah gaul ik! rambute disemir!!*
APMBPRMLMM : "mas nyuwun nasine setunggal mass....mas belike mass dereng maem mass" matannya menatap tajam
         karena gak tega ya aku suruh ambil nasi
slam : "yaudah ambil satu...." menunjuk pake dagu
APMBPRMLMM : "yang ini ya mas!!!..... " nyawut satu bungkus nasi, lalu kabur tanpa permisi

selang berapa waktu kemudian setelah APMBPRMLMM pergi, dibelakangnya ada 4 anak kecil nempel nempel minta uang dan dibelikan nasi. Merengek-rengek mengulungkan tangan sambil melas kaya anak yang minta dibelikan mobil-mobilan Ibunya "masss masss mass. nyuwun mass". AKU CUEKIN!!!.... lha yg minta banyak banget, yang bikin heran kenapa gak minta sama embak-embak mahasiswa yang disebelah kiriku!! *si embak-embak cuma mringis ngelihatin aku*

Waktu bayar nasi, slam nanya-nanya gak penting ke penjualnya:
slam : "mas anak anak kecil tadi tiap hari disini to?"
penjual : "iya mas...
slam : "dari pagi sampe malem tuh?"
penjual : "he'eh mas, kadang kadang tak usir, ganggu aja"
slam : "sehari dapet berapa tuh?"
penjual : "wah anak kaya gitu sugih-sugih lho mas!!, kalo siang aja saya tanya "dapet berapa dik?" terus si adiknya bilang "entuk 70.000 thok ok mas!!"
slam : apa 70..000 pake THOK!!
penjual : iya, kalo pagi di drop pake mobil mewah, tuh disana ada yang ngawasi
slam : "weidyan ik!! 70.000 pake thok,itu melebihi gajiku mburuh sehari!!"

Ternyata pengemis itu ada manajernya, ada yang mengawasi disudut parkiran, dan yang lebih mengejutkan setengah hari dapat 70.000 pake "THOK!!".

Coba Simak komentar dari Danindra sobat slam yang konon mirip bang Saipul Jamil  ini :

aku pernah research buat mata kuliahku dulu pas jaman masih sregep2nya
dan masih idealis2nya..

jadi gini, lampu merah itu menyala setiap 2 menit sekali. setiap lampu
merah itu mereka minimal dapet 500 rupiah.. maka dalam sejam lampu
akan merah selama 30 kali @40detik..
jadi klo misal sejam itu 30X500 mereka bisa earn sekitar 15.000
klo kerjanya 4 jam dapet 60.000

klo dia menuruti formula kerja branglat jam 8 pulang jam 4 kyk orang
kantoran brarti 8X15000 = 120.000 per anak per lampu merah..
sebulan 30X150.000 = 4.500.000

jika nyicil honda jazz RS yang kinyis2 seharga 223 juta dibagi 5 tahun
yang kena per bulannya rp. 2.300.000
maka mereka  5 taun lagi akan punya honda jazz dengan penghasilan
4.500.000-2.300.000=2.200.000

wahahhaaa.jika bosnya punya 20 anak jalanan, dalam 2 taun si bos akan
punya toyota alphard..

[pengemis di lampu merah]

[lapak dagang sepanjang trotoar Matahari simpang lima]

Jadi apakah kita harus mendukung Fatwa Haram MUI untuk tidak memberikan uang kepada pengemis?
Lalu bagaimana dengan para Pengamen jalanan yang modal kecrek-kecrek/tepuk tangan, pengemis cilik di Lampu Merah, Ibu-ibu Pengemis sambil Menenteng bayi, Orang buntung yang kakinya berdarah-darah dibalut perban pun semakin menjamur? Lalu Mau diapakan mereka? itu terserah bagaimana kita menanggapinya?? Jika memang mau memberi, maka Ikhlaskan saja.

Tapi Mari kita lihat juga sudut pandang lain dari kisah-kisah para pengemis dibawah ini yang mungkin akan merubah pandangan kita:
http://aaslamdunk.blogspot.com/2009/09/dia-bukan-pengemis.html
http://mauren.doscom.org/2010/04/anak-kecil-itu-dan-memberi.html

30 April 2010

Tangis Untuk Adikku

26 comments:
[my brader gak mau difoto]

Tadi siang waktu sholat jumat dimasjid, sempat melihat anak laki-laki kakak beradik yang sangat akur, sang kakak berkisar umur 9 tahun dan adiknya 4 tahun. Si adik menggandeng terus kakaknya sambil berpelukan seakan tak ingin berpisah sedetikpun. Si kakak juga sangat sayang dengan adiknya merangkul dan menciumi si adik.

Mereka duduk berdekatan dan berkumpul bersama teman-teman si kakak didepan masjid. Tiba-tiba ada teman si kakak menggoda dengan berpura-pura memukuli si kakak. MAU TAU APA REAKSI SANG ADIK?
Si adik marah, menangis, mengepalkan tangannya dan memukuli teman si kakak, si adik berlari-lari mengejar teman yang sudah menjahili kakaknya sambil berteriak "AWAS KOWE AWAS KOWE!!".

Si kakak diam saja, karena tau itu hanya guyonan untuk menjahili adiknya yang tak mau lepas dari kakaknya. Si kakak hanya duduk dan cengangas-cengenges saja. Si adik yang masih ngos-ngosan mengejar teman kakaknya yang jahil sambil mengusap air mata dan keringatnya. Kemudian Si kakak Menarik tangan adiknya, merangkul, memeluk dan mencium si adik. Si adik pun duduk, diam dan tenang berada disamping kakaknya.

Rukun sekali kakak beradik itu, slam sungguh iri dan langsung teringat wajah my brader (kakak perempuanku), yang tak seberuntung dan seakur mereka.

Berikut ada cerita inspirasi yang mungkin bisa membuat kita bersyukur masih mempunyai saudara.

INPIRASI Berjudul : Tangis Untuk Adikku

Maaf sebelumnya, posting ini slam copas tanpa ampun dari inspirasipagi imelda FM. sekedar sharing saja, Semoga bisa diambil manfaatnya.


Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Yang mencintaiku lebih daripada aku mencintainya. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. "Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"

Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!" Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan napas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi." Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas provinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik,hasil yang begitu baik" Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya. Kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang." Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga. Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!" Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?" Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..." Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu." Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu." Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. "Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu saja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini." Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?" Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar --ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?" Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"

"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.
Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai. (Dari "I cried for my brother six times - swaramer)

17 April 2010

Terciptanya blog SlamDunK

16 comments:
Yak Ini blog saya, walaupun isinya katrok!!! ini tetap area kekuasaan saya.. jadi apapun yang ada disini terserah saya dong hehehe.


1. Apakah nama profile blog-mu? Apa artinya?
SlamDunK, opo artine yo? Bentar saya ambil buku primbon *banting buku memasak, ubek-ubek gak nemu*, gak ada artinya sih Cuma berhubung nama panggilannya “Slam” , terus suka yang namanya Basket tapi gak bisa nge-DunK, dan biar lebih mesra manggilnya diawali "aa", jadinya aaslamdunk.*manggilnya harus mesra lho ya!!!*

2. Apakah nama blog-mu, apa artinya dan mengapa dinamakan seperti itu?
arinya kayanya sama dengan tag nomor 1. ayo scroll keatas!!

3. Sejak kapan mulai tertarik untuk membuat karya tulisan?
sejak kapan ya? mungkin sejak baca novelnya Laskar Pelangi dan Kambing jantan!. kalo dari kecil si lebih tertarik dengan gambar menggambar, sketsa atau apapun. Karena hanya dengan gambar kurang bisa real, jadi slam coret coret aja gambarnya dengan tulisan yang dipanjangkan. *gak jelas yo?*

4. Apa motifasimu membuat blog ini?
motivasi utamanya si buat buang sial hehehe..... dan sialnya harus tetap sharing apapun yang bisa bermanfaat. buat share aja deh. *sambil minum AQua dingin*

5. Siapa yang menginspirasimu untuk membuat blog?
Dulu si latah gara-gara temen punya blog terus jadi kepenegn, Dia Ialah Bustail, sohib slam dari kecil sampe sekarang, dia ngajakin bikin blog karena terispirasi si Kambing, akhirnya ikutan deh nulis gitu, eh malah sekarang doi jarang banget nulis...*oooo ngajari kok malah mutung? ajar sisan kowe!!* ini dia fotonya waktu touring bareng.. kaya dua sejoli yang tidak terpisahkan ya?


[wisata ghoib di tugumuda depan lawang sewu]


6. Siapa(-siapa) teman bloger yang mengajari dan membantumu membuat blog? (say something for apreciation).
ada yang dari Semarang, Bali, kudus, bojonegoro, temen kampus stekom, dan para master di dunia maya. wah banyak sih... kalo ada yg kelupaan nyebutnya bisa-bisa dilempar pake sepatu bekas!! pokoke Matur Tengkyu buat sobat yg sudah mengajari dan membatu slam bikin blog. yang dari bali, kudus,

7. Sekarang sudah punya berapa blog? Apa aja?
*ngitung pake jari* ada berapa ya? 1,2,3,4,5,6,7,8,9 eh!!.. ada 5 lebih, tapi yg masih sering dimandiin, di kasi parfum dan di kasi lispstik ada 3, aaslamdunk (yang ini) , badakjawa blog ilustrasi dan gambar aja, dan slamdunk versi posteorus.

28 March 2010

EARTH HOUR

10 comments:

60 Earth Hour yang slam artikan sendiri dengan “60 menit waktu bumi ini untuk beristirahat” yaitu 60 menit untuk mengistirahatkan bumi dari segala bentuk eksploitasi sumber daya alam. Beristirahat atas listrik yang asalnya dicongkel dari perut bumi yang tidak bisa diperbaharui lagi, Beristirahat 60 menit dari polusi udara yang dihasilkan asap pabrik dan kendaraan bermotor, dan apapun yang sumbernya dari isi perut bumi ini.

Jadi hari ini Sabtu, 30 tanggal 27 maret 2009 pukul 20.30 – 21.30 dikampanyekan kepada seluruh umat manusia untuk berhenti sejenak mematikan lampu dan sumber daya lain selama 60 menit. Dengan tujuan menghemat sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui ini, supaya tetap terjaga kelangsungannya untuk 10 tahun atau 30 tahun kedepannya.

Berita diintip dari  yahoo news
Pelaksanaan "Earth Hour" pada Sabtu (27/3) malam, dengan mematikan lampu selama satu jam, menghemat konsumsi listrik sebesar 811 Megawatt di Jawa Bali. "Info terbaru dari PLN, berhasil dihemat konsumsi listrik sebesar 811 Megawatt. Sedangkan khusus di Jakarta berhasil dihemat 150 Megawatt," kata Direktur Program Iklim dan Energi WWF-Indonesia Fitrian Ardiansyah yang dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan kegiatan serupa pada 2009 yang menghemat 150 Megawatt listrik untuk Jawa Bali dan 80 Megawatt untuk daerah Jakarta.

WWF-Indonesia menyatakan jika 10 persen penduduk Jakarta mendukung "Earth Hour" maka bisa hemat listrik 300 Megawatt, bisa mematikan satu pembangkit listrik, hemat 267 ton karbondioksida, dan hemat lebih dari 267 pohon, dan oksigen untuk lebih dari 535 orang, serta menghemat hingga Rp 200 juta


Sehubungan dengan "Earth Hour",  rotifresh mengadakan acara yang berjudul “Tweet Your City” di hotel Graha Santika Premiere jalan pandanaran semarang, diadakan temu muka alias kopi darat para pengguna twitter se-semarang (@samtug). Slam hadir nomor satu paling awal bareng mas didut dikarenakan slam beralih profesi dari tukang basket menjadi tukang ojek dadakan hehehee. Mas didut,  laki-laki ini adalah salah satu pengurus dari rotifresh.net (return of tuker ilmu freedom of sharing).
Ngemeng-ngemeng soal twitter apa slam punya twitter? Wealahhh ngece ik!! yo wes mesthi nduwe tho ya!!!  follow twitter slam? klik aja nih @slams_riyadi *promosi colongan*. STOP STOP sudah sudah promosinya…. Kembali ke Topic!!

Dalam acara rotifresh, diruangan prambanan hotel santika sebesar setengah lapangan badminton, tepat pukul 20.30 kita mematikan lampu ruangan dan hanya diterangi api lilin-lilin cantik. Ruangan jadi remang-remang, dan beberapa tetap menghidupkan hengpon untuk tetap online  untuk mengabarkan acara ini lewat twitter dan facebokk. ada beberapa komuntas hadir slam dari nasikucing.com, loenpia.net (komuntas blogger semarang), DOSCOM (dinus open source community), blog detik, aisec, dan tentunya rotifresh tumpah ruah dalam ruangan ini.

 [nyante banget suasananya, mas didut sampe ngesot gitu]

  [para twitter semarang]

[ komunitas blogger semarang Loenpia.net, hayo tebak slam dimana?]

Acara menjadi hangat dengan berbagai materi pembicaraan, mas didut menerangkan beberapa point. Ada 2 point yang berhasil disimpan di otak setara Pentium 10 ini.

Pertama : Bahwa bumi ini sudah lelah, sudah saatnya dilakukan penghematan untuk generasi kita kedepannya. Bahwa listrik  kita ini berasal dari solar, solar diambil dari minyak bumi, minyak bumi yang tidak akan dapat diperbaharui lagi, dan semakin lama akan semakin habis. Kalau habis mau pakai apa lagi untuk sumber daya-nya? So mulai sekarang ayolah kita hemat listrik dengan mematikannya kalau tidak dipakai. Dukung pula penghematan listrik 17-21.

Point kedua :  tentang bahaya sampah, yaitu pencemaran dari berbagai sampah yang kita rasa sepele padahal itu berakibat buruk bagi bumi ini. Usia sampah, Semisal tissue toilet itu masa penguraiannya hanya satu bulan. Coba kita lihat hal yang dianggap sepele seperti plastic, bungkus permen, plastic kresek yang berwarna hitam atau selala jenis plastic itu ternyata masa penguraiannya sampai  400 tahun.  Jadi bila kita buang plastic itu ditanah, nanti saat kita mati, cucu dari nak kita pun mungkin masih bisa merasakan sampah plastic yang kita buang tadi. Jadi mulai dari sekarang harus pintar-pintar untuk memilih sampah yg akan kita buang.

Sebenarnya umat hindu juga melakukannya saat hari nyepi tanggal 16 kemarin,  malah lebih ekstream selama 24 jam penuh. Dan tanggal 21 maret kemarin juga ada himbauan SILENT DAY dengan mematikan segala bentuk listrik selama 4 jam saja. Tujuan utama acara acara seperti ini adalah mengingatkan kita untuk menghemat dan tidak melakukan pemborosan agar  bumi ini tetap terjaga kelangsungannya.

Yuk mulai sekarang kita hemat penggunaan listrik dan sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui lagi. Manfaatkan dengan tepat guna, matikan lampu yang tidak perlu. cukup dengan mematikannya satu jam, itu sudah cukup membantu YUK.
Eh gelap-gelapan pakai cahaya lilin itu ternyata memang romantis lho hehehehe.. patut dicoba LIKE THIS

03 February 2010

5 Orang Pilihan

19 comments:
Biar Lebih Jelas screenshotnya di klik aja ya!

Hae sobat sobatku sebangsa dan setanah air, mau sharing tentang pendapat yang tadi malem slam tanyakan kepada teman-teman di status facebook.

Pertanyaanya :
bila kamu diminta memilih 5 orang untuk tetap hidup bersamamu, Siapa saja nama orang yang akan kamu tulis?
Diurutkan prioritas dr 1 sampe 5 ya!!.Matur Tengkyu

dan Walllaaaaa jawaban tiap individu pun berbeda beda sebagai berikut :
1. Nur 'Lee' Laily gadis belia asal bontang dia menulis :
Ibu-Ibu-Ibu-Ibu-Ayah
waduhh... emangnya Ibu punya berapa nih? banyak banget? poliandri ya? heheheh pissss

2. Sandy Purwa Atmaja
dia adalah seorang laki-laki umur 2 tahun dibawah slam yang hobi ngebolang (bocah ilang), orangnya rame dan etos kerja tinggi menulis :
Ibu-Bapak-Adik-Pacar-Sahabat

3. Yudha
dia saudaranya sandy, status jomblo dan konon lagi gencar-gencarnya mencari pacar menuliskan :
1.bojoq no.1
2.bojoq no.2
3.bojoq no.3
4.bojoq no.4
5.bojoq no.5...
wes arp gawe negoro dwe....hahaha..
whadoh... begini nih kalo lagi JOMBLO!!! dan ngebet cari Pacar

4. Hardik Learns Stones
Laki-laki yang suka dengan Model Rambut TINTIN, dan tidak ada informasi khusus tetang dia, menuliskan :
diri sendiri. Handphone. My laptop.. My motor. N money
BUSYEEETTTT, yaelah kang!!! kowe meh urip karo barang kono? kono keloni kabeh!!! hehehe

6. Indro Saroso Nugroho alias GENDON
Pria berbadan raksasa tapi berhati lembut, sekarang sudah teruji kejantanannya dengan barang bukti seorang bayi perempuan yang mungil. menuliskan :
Sing jelas gak ada namamu slam...hehehe
wasyemmm.... wis tak batin kang!!! hehehe

7. Rere Crist
Gadis keturunan Tiong Hoa yang super genit, dan slam biasa memanggilnya dengan nama kesayangan "Tante Genit", dan doi memanggil slam dengan sebutan "OM", menuliskan :
1.ibu  
2.bpk
3.koko... Lihat Selengkapnya
4.kembaranq
5.mas eko sekeluarga...
hehe
kan pas 5...
andra m mbk ely masuk di sekeluarga

n km no 6 nya om!! hohoho
yaelah... buseeettt slam jadi nomor enam jek!!! gak papa lah, slam jadi cadangan nih alias juara harapan 6.

8. Slam Sie Je Ae
Slam yang ini adalah kembaran saya yang tinggal di Pedurungan, Saudara beda Ibu dan Beda Bapak... Kalo jalan bareng dikira aku kakaknya, padahal lebih tuaan dia (banyak). maklum slam wajahnya agak boros, dia menuliskan :
kalo aku akan minta keringan jangan 5 orang saja tapi semuanya.
yaelah kang, serakah  amat!!! niatnya emang baik mau nolong semua, tapi yang diminta kan 5 doang!!!

9. Yantonk Wong
Nama aslinya yanti, beliau adalah seorang emak-emak dedengkotnya Nasikucing.com forum komunitas online semarangan. dan sudah mendaftarkan Putri Pertamanya Kinan, sebagai anggota termuda di nasikucing.com.
1.kinan
2.adike kinan (mbuh kapan)
3.idem
4.idem
5.pakne kinan (golek pakan)
Dimana-mana yang namanya orangtua tuh mendahulukan anak, geto...
Mbokan sesuk hamil kembar 3 xixixi
Wahhh bakal berencana gak ikut program  KB  nih (keluarga berencana)!!.. semangat mba!!! kita pupuk bibit bibit unggul kucingers muda hehehe.

10. Wahyu Pujiutomo (gambaz)
ini nih ada sobat slam yang super ngocol dan rame, kalo ada dia pasti geger, suasana tambah hidup. karena dia menjadi bahan ejekan dan celaan hehee sorry my man!! sepertinya dia punya cita cita menjadi sutradara film 18+ gitu, dan meyakinkan ke kita bahwa sudah punya pacar, tapi mana sob!! pacar khayalan kaleee, lihat aja tulisan distatus slam kaya gini :
1. Sora Aoi
2. Miyabi
3. Ratna Galih
4. Asmiranda
5. My Girlfriend

wahhhh dia koleksi nama-nama artis cantik!! hahaha tapi yang nomor.5 diragukan sekali kebenarannya.

Sebenernya pertanyaan itu hanya untuk mengisi sela waktu penat, karena pikiran sudah BLANK ngerjain tugas kuliah. Tapi tak disangka banyak sekali koment yang masuk, ada jawaban yang ngaco dan ada yang ditanggapi serius. Tiap orang pasti berbeda

Jika yg menjawab seorang istri, suami, org yg lg kasmaran, patah hati, JOMBLO (si Yudha tadi), anak-anak yatim, pak SBY, atau Pahlawan super Sekelas Superman pun pasti akan berbeda.

Contoh :
Khusus yang lagi kasmaran dilanda Cinta, Dia mungkin akan menuliskan nama kekasihnya diurutan ke1. Banyak kan kejadian KAWIN LARI?
Contoh lain :
Khusus sekali untuk yang JOMBLO seperti YUDHA, saya ulangi YUDHA JOMBLO bilang, 1.bojo sampe ke5. Menandakan dia pengen menjaga kelangsungan hidup, membentuk negara baru. Itu jg tidak salah. Emang bojomu sopo wae to le?

NB :
slam tanya kepada seorang ibu-ibu, tapi kali ini dengan jumlah 20 orang prioritas orang yang akan dipilih. dan slam meminta ibu itu untuk menghapus satu persatu hingga sisa 1 orang dan beliau menuliskan, Ibu-Ayah-Suami-anak1-keponakan-tetangga depan rumah-saudara yang diluar kota-teman kuliahnya-teman curhatnya-teman arisan dan seterusnya.

setelah bersisa 4 orang, dia disuru untuk menghapus satu lagi hinga tersisa 3 orang, ibu itu memilih untuk menghapus Ayahnya.
1 orang lagi diminta untuk dihapus, hingga menyisakan 1 orang, dia terdiam dan beberapa lama kemudian menghapus nama Ibunya dari listnya.
1 orang lagi diminta untuk dihapus, sang ibu itupun bimbang dan terdiam duduk dikursi, setelah beberapa lama menunggu dan berfikir.. sang ibu itu menghapus nama Anak dari listnya dan menyisakan nama Suaminya di list. ya ibu itu lebih memilih suaminya darpada Ibu dan Anak anaknya.

Diapun memberikan alasan kenapa menghapus nama ibu dan anaknya :
Ayah : seiring berjalanya waktu, sang ayah pasti akan menua dan meninggalkan saya karena sudah tutup usia.
Ibu : kenapa dia menghapus nama ibunya, ibu juga pasti akan meninggalkannya karena sudah tua dan sakit sakitan.
Anak : kenapa anak saya hapus dari list, sebenarnya dia sangat menyayangi anak-anaknya, tapi dia berfikir sang anak pasti akan tumbuh besar, seiring berjalannya waktu dia juga pasti akan mencari pasangan hidupnya dan akan meninggalkan saya.
Lalu kenapa Ibu itu memilih Suami daripada anak dan orang tuanya ?
suami saya adalah soulmate saya, teman setia saya, sahabat saya, tempat berbagi bersama dalam suka dan duka yang masih akan menemani hingga tutup usia.



Semua jawaban tak ada yg salah, siapa saja yg dipilih ya terserah kalian.
Eniweiiii..... Apa Pendapat Para Sobat Bloger tentang pertanyaan diatas? sharing di form koment ya?

29 November 2009

Ngamen Di Kampus UNNES

38 comments:


Kulirik gitar usangku terbengkalai berselimut penuh debu dipojok kamar (yaelah bahasamu slam..ck..ck!!). Mengenaskan sekali nasib gitar Yamaha-ku, sungguh malang sekali nasibmu cung(cungkring namanya). Tubuhmu Kusam berselimut debu, keenam dawaimu masih utuh berkarat diujung-ujungnya, lehermu keriput, cat menglupas dan bodymu sudah tidak se-sexy dahulu lagi. Bobrok sumpah parah banget, yang lebih parah lagi bauya pesing, tikus sialan gak tau sopa santun berkencing ria, Sungguh terlalu!!!.

KAMPRETTTT tuh Anaknya tetanga!! (wajah memera, kepala keluar asap) Sudah dipinjemi malah dirusakin, bukanya dirawat gitu kek... eehhhh malah dikembalikan dengan kondisi amburadul. Kalo dah dibeliin senar baru, eehhhh dipinjem lagi... trus dirusakin lagi, beuhhhh wes pinter ya ngakali wong tuwo ki!!!.

Sekarang terkaparlah si cungkring tak berdaya di pojok kamar, lem dan pakunya pada copot, papannya menganga terbuka lebar, tidurlah engkau dipojok kamar dengan tenang ya cung!!!. “hiks hiks..” (mewek).

Jadi keinget jaman dulu masih muda (yaelah... emang sekarang dah jadi kakek to slam?), dulu waktu masih kelas 2 SMA pernah Ngamen keliling Banyumanik dari pagi sampai matahari terbenam Cuma demi bola basket, den pernah juga bela-belain bolos sekolah Cuma untuk konser perdana acara Parade Band di UNNES (sumpah seumur-umur Cuma 1 kali itu doang gue bolos!!!). Nama bandnya”PIGFAT”, kok kayak nama hewan ternak ya? Be A Be I yang artinya “Babi Gendut”, si Deni tuh ngasi nama seenak udel bodongnya, untung belum terkenal, kalo dah terkenal kan malu-maluin si babi, namanya kita pake hehehehe. Kita empat sekawan Linggar megang Gitar melodi (gitaris handal nih), Awang mbetot-mbetot Senar Bas, dan Deny sebagai Drumer merangkap Backing vokal.

“lha kamu megang apa slam? Megangin setrum ya?!!! hahahaha”

ngenyek ki!! (meledek) Orang keren kaya gini dibilang megang setrum!!!, Vokalis merangkap Rythem tho ya!!!!” gak sombong nih hehehe walaupun suara pas-pasan, pas nada tinggi gak kuat pita suaranya kecepit, pitch kontrolnya amburadul, lha mau gimana lagi, dulu dapet jatah vokalis karena sudah mentok dan terpaksa gak ada tumbal yang lain lagi. Kalo mau jujur ya!!, Sebenarnya posisi asli slam adalah Striker (lhoh emange main bola bro?!!!)


Meskipun satu kampung, Background kita berbeda-beda, waktu itu masih SMA aku di SMA 12 Semarang, Awang di STM 7 Pembangunan, Linggar di SMA 6 Semarang, dan Deny sudah kuliah di UNNES jurusan Manajemen Akuntansi. Semuanya merelakan bolos sekolah Cuma gara-gara pengen numpang tenar ikutan parade band anak Kuliahan. Sambil berharap ada gadis kuliahan yang kecantol celananya, menyaksikan penampilan memalukan kita.

Yup akhirnya kita pun tampil, disiang bolong jam satuan yang lumayan menyengat, banyak juga penontonya, anak kuliahan dipinggiran panggung menunggu penampilan kita. Diruang tunggu jantungku berdegup keras sekali dag dig dug guk guk guk, demam panggung ni, grogi abis karena pengalaman pertama kalinya manggung didepan banyak orang. Waktu itu pede banget apa norak ya?, tampil di panggung kok Cuma pakai celana SMA Abu-abu, kaos Dagadu warna biru dan sendal jepit size 10 1/2 “weleh weleh, mau nyanyi apa mau buang hajat slam kok pake sendal jepit!!!!”, maklum seadanya karena bolos gak persiapan sebelumnya.

Megang microphone tanganku gemeter, sumpah grogi banget!! “ haaa haa lhoo... halo... haaa lhooo...”

Dari belakang si Linggar bisik-bisik “slam, langsung nyanyi aja”

“Yep...”

Tanpa basa-basi dan perkenalan sebelumnya kita langsung mebawakan lagu I Will Survive versi CAKE, waktu itu belum ada AFI, Indonesian Idol, The Master atau Kulinernya pak bondan, jadi gak tau gimana cara membawakan lagu dengan baik dan benar.
At first I was afraid I was petrified
I kept thinking I could never live without you By my side
But then I spent oh so many nights
Just thinking how you've done me wrong.... I will Survive..... I will Surviveee....yeah yeahhh


Setelah lagu pertama selesai Suasana hening, hanya MC-nya yang tepuk tangan, penonton pada mlongo dipinggir panggung “nyanyi apa Nyuci piring bro!!!” bukan pada kagum melihat penampilan kita, tapi pada bengong gak mudeng apa yang dinyanyikan, maklumlah dulu bahasa Linggis belum lancar (sekarang masih). Lagian lu si slam, sok-sokan nyanyi paka bahasa Inggris?!!!

Lagu yang kedua menyusul One Last Breath by Creed, dioper ke Ziper song dan disepak Californication dari RHCP GOOOOLLLL!! (gaya presenter bola).

Itulah pengalaman pertama kali manggung bareng temen-temen di UNNES, sampe merelakan bolos sekolah, akhir ceritapun kita dengan sukses membawakan lagu dan juga berhasil membuat para penonton melongo keheranan, “band opo to iki? Group kasidahan mungkin ya?!”. Yah begitulah penampilan kita, untuk penampilan perdana sudah terhitung bagus, sudah untung tidak dilempar botol atau popok basah!!

Pesan :

Say no To Bolos Sekolah ya!!! kalo gak jago ngibul, esok paginya slam dihukum karena ketahuan bolos, kalo gak ketahuan gak papa, hukumnya Sunnah.

Untuk para vokalis yang mempunyai suara pas-pasan, dan tampang yang ngepas!!! Disarankan supaya ikut les vokal atau les entertainer biar gak kejadian ditimpuk sendal atau telur busuk.

Konser Pake Sendal jepit itu tidak sopan, walaupun sandal jepit lagi ngetrend.

17 November 2009

Cicak Versus Balsam

44 comments:
CICAK VERSUS BALSAM, heehehehe ikut-ikutan trend di KPK, jadi keinget waktu jaman masih muda dahulu.

Kemarin malem minggu habis sowan dirumahnya mpok indri diajak ngtrack lagu barunya buat audisi Dahsyat RCTI, ow ow ow rupaya gitu ya caranya? Baru tau ogut nih Keren keren keren. Kok pada pinter-pinter jadi musisi ya? hahahaha slam jadi malu gak bisa ngapa-ngapain? Jadi apa ya? hmmmmm jadi penikmat musik aja ah.

Setiba dirumahnya indri, dibawah pohon blimbing yang sedang berbuah ada sebuah ember hijau dan di dalamnya terisi 2 ekor kura-kura, pada tau yang namanya kura kura kan? Itu tuh “Uya emang kura!!” Hahaha. Satu ekor kura-kura sebesar piring makan dan yang satunya sebesar cawik (alas buat gelas). Lehernya bisa memanjang dan memendek (kaya si otongku hehehe, HUS POLNO!!!! ). Sepertinya akur banget gitu ditempatkan dalam satu ember berdua, tidak saling mengejek dan cakar-cakaran kaya aku dan kakakku.

Jadi teringat dahulu waktu kecil, waktu masih SD sering melakukan eksperimen biologi gitu dengan hewan- hewan imut dan lucu. Dan malangnya hewan percobaan selalu bernasib naas.

Dahulu waktu SD, pernah diajak ke museum Ronggo Warsito Semarang dan disana melihat ada fosil tulang belulang dari hewan purba, kayaknya keren tuh kalo dirumah punya gituan. Dan waktu pelajaran sejarah pernah diterangkan bahwa dahulu di mesir ada cerita bila raja di mesir meninggal dijadikan mummi, yaitu pengawetan mayat dengan cara dibalsam, karena saking lugu dan polosnya slam kecil berpikir bahwa balsam itu sama dengan balsem bal**rik/cap***g untuk kerokan ibu. Dan ide brilian untuk mengawetkan hewan peliharaan supaya tetap awetpun terbersit dibenak polos slam setelah melihat cicak yang tinggal tulang-belulang (fosil) terjepit diengsel pintu masjid Al-ijabah Gunungpati.

“AHAAAAAAA TINGGG “ *ada bohlamp menyala diatas kepala* slam muda pun mendapat ide untuk melakukan percobaan perdana pembalsaman dengan cicak sebagai tumbalnya (dengan senjata pamungkas balsem punya ibu tentunya) *maap slam ya bu kalo balsem kerokannya gw embat ehehehe*.

Seekor Cicak yang tak berdosa pun berhasil disandra setelah berburu di rumah tetangga habis magrib. Upacara Pembalsaman pun langsung dimulai (kayanya lebih cocoknya upacara penyiksaan deh) siap :

Seekor cicak tak berdosa (disingkat SCTB) harus dialmarhumkan dulu, slam ambil sepatu punya bapak, setidaknya kalo gak mati kena getok pasti mati keracunan karena baunya yang naudzubilahimindzalik (Gajahpun bisa pingsan kayaknya)

Gw : ambil sepatu bapak, dan memukulkanya ke kepala SCTB dengan tulus dan ikhlas “NYOOHH GLEPOOK”
SCTB : “CIITTTT” tergelatak tak berdaya tapi ekornya masih goyang-goyang
Gw : wah ngeledek nih pake goyang-goyang ekor!!! hebat juga nih kayanya Cicak evolusi baru, gw ambil sepatu dan memukulkan ke kepala SCTB sekali lagi “GLEPOKKK”
SCTB : “CITTTTT” suaranya lebih lemah daripada yang pertama tadi (mungkin kalo diartikan bahasa cicak gini ya “AFUUUUUU NDASKU DIGEPOKK, AFUUUUUU NGALAMAT MODAR KI AAAAAAA... “ )hehehe
Gw : berpikir “wah kayanya SCTB dah almarhum dengan sukses ni”
SCTB : pasrah, lemas ngathang-ngathang tak berdaya dilantai


Dan proses pembalsamanpun dimulai, seluruh tubuhnya diolesi dengan balsem bal**rik HOT super panas puwoooll, dengan harapan setidaknya dia gak bakal kena masuk angin lah. Supaya proses sempurna dan si cicak aman tidak dimangsa kucing atau si Aji (anak tetangga gw), gw tali aja lehernya dan digantung dibawah genteng yang jauh dari jangkauan kucing dan anak-anak.

3 hari berselang slam kecil memeriksa kondisi sang cicak malang, tapi secara ajaib tubuh sang cicak baik-baik saja, tidak ada pembusukan sedikitpun “wahh kayaknya pembalsaman sukses nih “. Karena dikira sudah sukses maka slam kecilpun menurunkan sang cicak malang dan mencopot ikatan dilehernya.

Setelah diletakkan dilantai dan ikatannya dicopot terjadi suatu hal yang eneh bin ajaib serta tak disangka-sangka. Sang cicak masih hidup coy!!! Aku kaget “AAAAAAAAA MAYATNYA CICAK HIDUP LAGI”matanya melotot sambil melet-melet seakan ingin balas dendam ke gw. Untuk memastikan masih hidup atau suda mati, slam tunyuk tunyuk saja tubuh cicak dengan sapu lidi.

Tunyuk satu kali masih belum gerak, tunyuk dua kali masi belum gerak juga “wah kayanya halusinasiku aja nih”, pada saat tunyukan ke3 si cicak melotot menyeramkan banget, membuka mulutnya dan melompat ketangan kanan slam kecil. Secara spontan slam kecil melompat kebelakang dan mengibaskan tanganya untuk melepaskan cengkraman dan gigitan sang cicak.

Setelah puas menggigit tangan slam kecil, cicak pun lari tunggang langgang terbirit birit secepat kilat dengan meninggalkan bekas gigitan ditangan kanan slam kecil. Untungnya cicak tidak punya penyakit rabies ya?

Ternyata sang cicak masih hidup, mungkin Cuma pingsan aja kena gepokan sepatu dan racun dari baunya. Pernah terpikir seperti di komik spiderman, setelah Peter parker mendapat gigitan dari laba-laba dia mempunyai kekuatan seperti laba laba, bisa nempel ditembok, punya indra keenam dan bisa mengeluarkan jaring dari tangannya. Tapi apa yang didapat slam kecil setelah mendapat gigitan dari sang cicak? Hahahahaa tanganya gatal-gatal 1 minggu baru bisa sembuh, mungkin kena kutukan sang cicak!!!!

Ide JAHANNAM kembali muncul setelah melihat balsam percobaan mummi cicak pertama masih bersisa, dan tak disangka ada seekor kucing ABG lagi tiduran dikursi depan rumah, kayaknya seru juga kalo dikerjain!!!

Kekejian pun dimulai, slam ambil balsem sak ndulit (satu jari tangan) dan mengoleskannya dengan diam-diam kepantat si kucing, “NYOOSSSSS” si kucing matanya melotot dan menjerit kepanasan “KAING-KAING” salah salah lhohhh kok kaya suara anjing? Yaudahlah pokoknya si kucing menjerit pantatnya kepanasan dan berlari ke tanah sambil mengusap-usapkkan pantatnya di tanah.

Slam ketawa berguling-guling “WA HA HA HA HA” (ketawa mbah surip), sedangkan si kucing masi mengusap-usapkan pantatnya ditanah, matanya melotot kearahku dan MENGEONG-NGEONG. Sepertinya si kucing menanatang adu mata melotot nih, aku nyerah aja lah soalnya pernah tanding lama-lamaan melotot sama si kucing tadi dan akhirnya kalah telak.

Setelah beberapa minggu si kucing tidak pernah terlihat lagi tidur di kursi depan rumah, hahahaha mungkin kapok dia pantatnya memuai kena balsam xixixixixi. Dan karena tidak ada kucing maka tikuspun meraja lela. Ahhhhhh maafin slam kecil ya cing!!! Maafin slam juga ya cak!!! Sudah mendzoliimi kalian dengan tidak berperi kekucingan dan peri kecicakan.

PESAN :
1. Balsem gosok dengan pembalsaman mummi sangatlah berbeda
2. Menggosokan balsem panas ke pantat kucing sangatlah tidak berperi kekucingan, TERLALU....
3. Balsem dan pantat kucing is Bad Idea, untung kucingnya lagi gak sensi, kalo lagi naas wah bisa dicakar mukaku.
4. Don’t Try This At Home