Showing posts with label Stekom. Show all posts
Showing posts with label Stekom. Show all posts

20 June 2012

Kiat Bimbingan Skripsi

14 comments:
Skripsi adalah hal paling menghebohkan bagi sebagian mahasiswa tingkat akhir, terutama mahasiswa yang ingin segera lulus, dapat ijazah, mencari pekerjaan, atau buru-buru menikah.

Bimbingan, termasuk salah satu syarat yang harus dipenuhi, dan akan berdosa bila ditinggalkan. Dosen pembimbing juga termasuk faktor penentu dalam kelulusan, dimana ada mahasiswa yang gagal sidang dan lulus tepat waktu dikarenakan dosen pembimbingnya mendadak naik haji atau melancong ke luar negeri.

Ada juga pembimbing yang minta ini itu, laporannya kurang ini dan itu, yang disini haru begini, yang disitu harus begitu, sampai tiap kali revisi skripsinya penuh coretan.

Ada juga dosbing (dosen pembimbing) yang tidak konsisten bikin mahasiwanya pengen neggak racun serangga, kemarin katanya bener, eh besok diajukan lagi katanya salah. Dosbing kaya gini emang bikin stress.

Bagaimanapun dosbing kita, kita harus bersikap sopan, karena kalau sampai mereka sebel dan benci sama kita, MODYARRRR lah kita TAMATTT!. Dosen pembimbing kan juga manusia, Anas urbanisasi aja bisa terseret kasus korupsi, ketua KPK yang kumisnya tebel aja bisa kena skandal, apalagi Ariel piter pun bisa dipenjara #eh. Misalkan ada yang salah atau pendapat, sampaikan dengan cinta, eh baik-baik.

09 February 2011

Nenek Penjual Opak Jalan Pamularsih

24 comments:
nenek penjual opak pamularsih
Jalan Pamularsih, samping kanan museum Ronggowarsito Semarang, saat itu hari minggu pukul 10 siang saya sedang berhenti di lampu merah pamularsih "huh panas sekali", kepala serasa memuai dibungkus helm, waktu itu saya terburu-buru karena ditinggal rombongan menghadiri pernikahan mas Munif di Krapyak.

Saya melihat seorang Nenek berdiri dibawah pohon membawa bakul plastik berisi Opak (jajanan terbuat dari singkong). Nenek ini umurnya sekitar 80 tahunan, wajahnya keriput, pipinya kempot, kulitnya hitam tersengat matahari, punggungya agak bungkuk memakai jarik batik warna coklat dan kerudung hitam  terduduk lesu, mungkin kepanasan dan kelelahan (berkata dalam hati). Lampu lalulintas menyala hijau, saya pun melenggang tanpa memperdulikan nenek ini karena terburu-buru.

Selang beberapa minggu saya lewat Jalan Pamularsih sekitar pukul 12 siang pulang dari Seminar Bedah buku di STEKOM Siliwangi. Nenek ini berjalan menyusuri trotoar sambil menggendong keranjang berisi opak, sepertinya habis jualan di Sekolah Dasar yang tak jauh dari situ. Kalau melihat dia menggendong bakul, saya jadi teringat dengan nenek saya yang meninggal 2008 lalu. Nenek saya sering membawa padi dan sayuran dari kebun untuk dijual ke pasar memakai keranjang bambu.

Saya pun berbalik arah di depan SMA Pamularsih (koreksi misal salah nama) dan menghampiri nenek yang sudah mangkal ditempatnya biasa berjualan Opak. "mbah tumbas opaknya mbah..." Saya cuma berniat membeli sedikit saja untuk cemilan dirumah, berapapun nenek ini menyebutkan harga akan saya bayar, tidak disangka dibungkusnya 1 kresek plastik penuh.  Lalu saya tanya sambil merogoh uang di kantong celana, sepertinya ada 10ribu kembalian beli bensin tadi pagi "wah kok katah men mbah? pinten niku?". Si nenek pun menjawab dengan suara pelan menundukkan kepala "tigang ewu mas" dalam bahasa Indonesia berarti "tiga ribu rupiah mas" dia masih mengisi plastik sampai penuh.

Duh kok murah banget ya, buat cemilan sendiri 1 hari pun gak bakal habis, lalu aku berikan saja semua uangnya. "niki mbah artone, mboten sah disusuki" 1 kresek penuh opak saya ambil dari jari-jari tuanya , sedangkan nenek itu berucap lirih dari pipinya yang kempot "matursuwun".

Sejenak aku duduk di jok motor sambil memandang nenek penjual opak itu, dia masih dengan pose yang sama berdiri dipinggir jalan. Mungkin sekilas orang yang lewat akan mengira dia seorang pengemis, tapi dia bukan pengemis. Sungguh Tak tega, sudah tua, jualan dipinggir jalan, tersengat terik siang hari, pantasnya dia menimang cucu di rumah.

Kasihan, tapi mungkin lebih tepatnya salut atas perjuangan nenek itu dibandingkan dengan orang-orang yang mengemis menengadahkan tangan meminta belas kasihan dengan wajah memelas sedangkan umurnya masih muda dan kuat untuk bekerja. Siapa sih yang mau dikasihani? membebani orang lain? Mungkin nenek ini juga tidak mau dikasihani atau membebani orang lain (anaknya).

Oiya tadi nanya-nanya sedikit sama nenek ini, katanya dia berjualan opak di sekitar SD pamularsih sejak pagi hari, misalkan anak anak sekolah sudah pulang dan opaknya masih banyak, dia beralih tempat di pinggir jalan berjualan opak sampai habis. Opaknya enak kok, gurih dan gak berminyak, aroma singkongnya masih terasa dengan taburan seledri garing.

Kalau lewat di Jalan Pamularsi dan menjumpainya, beli opaknya ya? lumayan buat cemilan waktu nonton bola atau lembur bikin tugas.

08 February 2010

Mengenang Dia (Nur Iswatin)

21 comments:
Mengenang dia

Awan hitam menggumpal bergumul dilangit
Bulan dan bintang membisu didekap pekatnya mendung
Dingin angin malam menusuk kulitku
Tanah pun basah karena Langit menangis
Tak seperti biasanya, Ada apa ini?

huruf dan kata berbaris membersitkan berita
Berita duka bahwa dia telah tiada
Hatiku bergemuruh, peluhku luluh
secepat itukah dia pergi?

Dia pergi tinggalkan nama, tinggalkan senyuman ceria
Meninggalkan cita-cita, tinggalkan apapun yang dia punya
Tapi satu cerita yang takkan terlupa
Cerita kita akan abadi selamanya


Sebuah puisi untuk sahabat baikku Nur Iswatin di STEKOM Ungaran
Yang telah berpulang, kembali ke pangkuan Allah SWT
kini telah tiada karena kecelakaan saat menyeberang jalan hendak berangkat kuliah
selamat jalan sahabat baikku, doa dari kita semua yang menyayangimu akan selalu bersamamu.

Kenangan indah bersamanya :
Pernah slam tulis dalam Postingan Karnaval di Ungaran dan Kode-P Stekom

13 December 2009

Deadline Delphi dan VB

16 comments:



Lagi dimana ni slam?
Lagi bersumuk-sumuk ria dikamar nda!!! Sambil tancep kipas angin level 1, sumuk puwoolll!!
Pake celana kolor warna putih ma kaos buntung lagi ya slam?,
Enggak dunk, kali ini pake celana pendek (ngecek merk) “Cardinal Casual SN_10654_1073 warna coklat sama kaos belang berkerah bekas kuliah tadi malem belum ganti”. Sebenernya si pengen pake kolor doang sama telanjang dada tapi malu dunk, nanti diintip ma tikus genit.
Ngapain dikamar slam? Hayooo jangan-jangan?!!!
Hayooo apa? Niatnya sih tadi mau bikin tugas kuliah, bikin Program administrasi di Rumah Sakit pake program Borland Delphi ma VB dari pak Tono, dead line sebelum hari Ujian semester, pol-polan sebelum tahun baru!!! Gila gak tuh? 4 tugas dilimpahkan begitu saja dengan waktu yang mepet. Belum lagi tugas Makalah Jaringan komputer pak Agus, C++ bu Tantik, ma kewirausahaan dari Ibu Rini tercinta. Bantuin napa?!! Tapi kok jadi males dan ngantuk gini ya?!!
Tadi baca udah baca doa sebelum belajar gak biar lancar?
Udah kok tadi baca doa dan niatnya “Allahuma ahya wabismika amut”, (yaelah kok malah doa mau tidur ya?, mangkannya jadi ngantuk gini!!!). Gimana gak ngantuk? Tugasnya aja seabrek gitu!!
Bagaimana biar gak ngantuk puter aja MP3 yang kuwenceng!!!
Udah, ni udah diputer pake JetAudio lagunya Adrian Matradinata Judulnya Ajari Aku, lagunya mellow, eh lha kok malah keinget pas cintaku ditolak kemarin ya?, Menurut penjelasan Doi dan kabar burung ada yang menentang hubungan kita, dan sebaiknya jadi temen aja. Tapi gak tau kenapa doi sekarang menghindar dan gak ada kabar beritanya? Katanya temen? Temen kok kaya gini? Gak profesional nih, COME ON!! LETS MAKE A GREAT FRIENDSHIP.
sudah ..sudah..!!! kok malah curhat!!! Ganti lagu aja!!!! Lagunya Avenged Sevenfold atau Vertical Horison aja yang nge-rock!!
Ya...ya..yaaaa!!! tapi kok adanya Dear God , Seize The Day sama Best I Ever Had?? (jadi mellow lagi dah!!) TIDAKKKKKKKKK!!! hush hush... pergi..(ngusir dia dari pikiran)
-MATIIN!! MATIIN GAK!!! (bentak sambil melotot)
Ya ya yaaa sapa suruh puter musik Avenged Sevenfold!!! Kan jadi keinget lagi!! Lagu nasional aja ya!! “DANGDUTAN .... Ridho Rhoma wae lah!! (AWAS JEMPOLNYA GOYANG!!)
sudah .. sudah... kerjain lagi tugasnya gih!!!!
Kutak kutik kutak kutik.....mata merem melek... ketap ketip... liat teks, desain form, pasang label, textbox, combobox, tancepin button, ubah nama form dan caption, setting code query, input tabel, masukkan datagrid, sambung database....
Giliran dah masuk buat setting database di server, ehhhhh ternyata SQL servernya error... gak cocok ma windows vista. Ngalamat budrek ni pala.... nyerah aku.... turu wae!!!! zzzzzzZZZZZZ
woyyy...whoyyyyy tangi tangi!!!(bangun!!!!! ) dasar pemalas!!!
Ahhhh.... males ah... kerjain yang lain aja!!! Misalnya nonton Tipi, chat di YM, Mig33, dan yang gak boleh terlewatkan update status di FB, PIYEE!!!!?? SIP RAK?
YAYAYAYAYAYA.....GOD IDEA KALO YANG INI GAK BAKALAN NGANTUK LAGI DAH!!!

21 August 2009

STEKOM Kembali Berduka

4 comments:

Suasana Kampus STEKOM Ungaran kembali berduka, setelah kecelakaan yang yang merenggut jiwa temen satu kampusku Sutari pada bulan juli lalu karena kecelakaan dijalan raya, sekarang Kampus harus berduka kembali dengan dipanggilnya dosen favoritku Bapak Hendrix Virdyant ke sisi-NYa.

Bapak Hendrix Virdyant, dalam usianya yang masih muda, 25 tahun beliau adalah seorang dosen teladan, Rajin, Ulet, perhatian dengan anak didiknya, tidak neko-neko dan ibadahnya sangat tekun. Beliau menjadi panutanku dan rekan-rekan dalam menuntut ilmu, Cara mengajarnya hendaklah patut ditiru oleh segenap dosen yang lain. Nyaman sekali ketika beliau mengayunkan Spidol ke whiteboard dan gaya bicaranya yang santai dan berkharisma saat menerangkan materi. Beliau termasuk dosen yang disegani diantara dosen-dosen stekom majapahit, imam bonjol dan cabang yang lain, salah satu Dosen kebanggaanku dan dosen STEKOM.

Ini adalah cerita dimalam sebelum terjadinya kecelakaan :

Malam itu kira-kira pukul 18.00 pergantian jam kuliah, seperti biasa beliau melaksanakan sholat magrib berjamaah dilantai dasar. Pada malam itu memang pelajaran darinya, tapi kita cuma mendapatkan tugas untuk mengerjakan melanjutkan proyek yang sebelumnya. Malam itu memang beliau agak terlihat beda, seperti sedang suntuk banyak pikiran.

Pukul 20.00 saatnya pulang, aku pulang agak belakangan, menunggu bersama 2 temanku didepan gerbang (Restu dan Iswatin). Dari dalam kampus terlihat pak Hendrix kesetanan menggeber Motor GL Max H 3069 GL miliknya, pengen segera pulang. Di alun-alun ungaran Lampu dari arah menuju utara menyala merah dan tersisa 4 detik dipapan penunjuk waktu sebelum menyala lampu hijau. Tetapi beliau langsung menggeber gasnya kencang-kencang dan menerobos lampu merah seperti start balap moto GP (memang sih lalu-lintas malam itu agak sepi, tapi bukankah itu berbahaya).

Aku dan dua temanku bercakap sambil melihat beliau hilang dari pandangan :
Iswatin : "pak hendrix kok ugal-ugalan kaya gitu naik motornya ya?"
gw : "iya, pengen cepet-cepet pulang kali" dipinggir jalan duduk di jog motor supra fit hitam
Restu : "iya ya? kan bahaya"

Memang sih, itu bukan pertama kali kita melihat beliau kesetanan naik motor begitu, pernah melihat beberapa kali malah. Temanku naik angkot dan aku berlalu pulang dengan santai menuju rumah.

Dipagi harinya mendapatkan telepon dari temanku menanyakan (singkat aja) :
"slam katanya pak hendrix kecelakaan ya? dan meninggal?!"
"wah gak tau ik mbak, tadi malem masih lihat kok"
"tolong tanyain ya slam, khawatir nih"
"iya mba, nanti aku tanyain ma mba Tari ADM"

Akupun bertanya kepada mba tari di telepon, tapi dia juga tidak tau kabarnya. selang 30 menit aku pun dapat sms kembali dari mba tari, dia mendapat kabar dari kampus bahwa memang benar beliau meninggal dalam kecelakaan tadi malam, subuh pagi ini sudah dimakamkan diungaran".

Sore harinya sebelum magrib (hari pertama Sholat Tarawih dibulan puasa), segenap siswa stekom melayat beliau. Beliau meninggalakan seorang istri yang belum genap 1 tahun menikah, 2 adik dan seorang ayah. Suasana yang seharusnya penuh kegembiraan menjelang Puasa ramadhan dan Idul Fitri, menjadi haru biru dan duka menyelimuti rumahnya dimalam pertama puasa Ramadhan.



[Gambar diambil dari Facebook Dosen Stekom saat melayat kerumah duka]

[ Foto diambil ketika belia mengajarkan materi Jarkom, pasang kabel RJ45]

[beliau menyampaikan materi di gedung bawah]

Berikut Kronologi kecelakaan yang aku dengar dari Ayah dan beberapa Saksi :

SEMARANG Kamis, 20 Agustus 2009

Hendrix Virdyant, 25, warga Jalan Kenanga V Genuk, Ungaran Barat meninggal seketika setelah sepeda motor yang dikendaraianya menabrak mobil Kijang Inova H 9022 NS.Tubuh korban yang sempat terpental juga ditrabrak Toyota Fortuner H 111 GM.

Sejumlah saksi di lokasi kejadian mengatakan, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 20.20 persis setelah dia pulang meninggalkan kampus. Bermula saat korban yang mengendarai Honda GL Max H 3069 GL, berjalan beriringan dengan mobil Kijang Inova 9022 NS dari arah selatan. Namun sampai di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan Rumah Makan Padang Takana Juo, tiba - tiba mobil Inova tersebut berbalik arah menuju selatan. Karena jarak yang cukup dekat, korban yang berada di sisi kanan tidak sempat menghentikan laju motornya. Akibatnya, motor korban langsung menabrak Inova yang dikemudikan Gui Sin Hin, 55, warga Kayumas, Semarang.

"Begitu menabrak mobil Inova, pengendara motor tersebut langsung terpental ke jalur yang berlawanan. Nah, secara bersamaan melintas mobil Toyota Fortuner dan langsung menabrak kembali tubuh korban hingga terpental," jelas 28, warga sekitar.

Korban sendiri baru berhenti setelah menabrak Yamaha Jupiter H-6690-SR yang dikendarai Dimas Saputro, 14, warga Jalan Ngesrep Timur Dalam, Banyumanik. "Kejadiannya begitu cepat dan korban sempat terpental - pental," katanya

Usai menabrak, mobil Inova tersebut langsung menuju Mapolresta Semarang untuk mengamankan diri. Sementara saat mobil Inova tersebut lari, pengemudi Toyota Fortuner, Kasmadi, 48, warga Gombel Lama, Semarang sempat mengejar. Namun, karena berbelok ke halaman Mapolresta Semarang, akhirnya kedua mobil tersebut mengamankan diri. (dit/aro)

Kita diingatkan kembali oleh Yang Maha Kuasa oleh peristiwa ini
Bahwa Segala sesuatu didunia ini tidaklah kekal.
Ada pertemuan ada perpisahan
Ada awal ada akhir
Dan semua yang hidup pasti akan mati,
Tapi kapan waktunya,hanya Tuhan yang maha tau.
Jadi hargailah setiap waktu, dan setiap pertemuan dengan orang yang kita sayangi, kita tidak tau kapan, mungkin 1 tahun lagi? 1 minggu lagi? 1 hari lagi bahkan mungkin satu jam lagi kita dipanggil.

Untuk Pak Hendrix :
Api Perjuangan dan Bara cita-cita Bapak belumlah padam,
Dalam setiap Ilmu yang kami amalkan, akan terus bersemayam semangat dan cita-cita mulia Bapak.


(Hendrix Virdyant, 20 Agustus 2009)

19 August 2009

Karnaval di Ungaran

34 comments:

Nonton Karnaval yuk? Nonton karnaval??

Kemarin sore hari selasa tanggal 18 Agustus 2009, di Jalan Alternatif Tepatnya di alun-alun Ungaran diadakan Karvalal (kalo bahasa linggisnya Parade). Sebenernya sih gak ngebet banget nonton karnaval, berhubung Ada temen di STEKOM (Sweete) yang mau salam terakhir alias perpisahan, doi pindah kerja, mau mengadu nasib di Tanggerang, dan gw disuru dateng ke kampus awal jam 16.30, dengan iming-iming bakal dikasi cipika-cipiki hehehe.

Dengan senang hati dan penuh ikhlas slam langsung pulang tanpa ijin dari BOS, dateng gak dijemput, pulang gak dianter..hehehe KABUUUURRRRRR!!!!!

Sesampainya di Masjid Istiqomah, sebelah kanan SMA 1 Ungaran, kira-kira 150 km sebelum alun-alun ungaran, jalan sudah macet total, BUS, Truk, Tronton jalan merambat sudah kaya serombongan buaya bunting kena rabies lagi jalan. Jalan utama macet bukan karena ada SIKOMO lewat, tapi memang sengaja jalan ditutup untuk rute Pawai.

Karena macet, muncullah instinc alami jadi pembalap, berbekal tungangan sepeda motor Supra Fit warna hitm yang sudah lunas kreditnya, dengan lincah belok kanan belok kiri, selap selip diantara bus dan truk. 15 menit nyampe di depan alun-alun dan memarkin si EYE di depan kampus STEKOM. Alhamdulilah sampai juga dengan Selamattt...(met.. met.. nang endi kowe met, wis tekan po? *mencari slamet*)

Berhubung mbak Sweete belum datang, dan daripada bengong nunggu orangnya gak jelas kapan datengnya, mendingan nonton karnaval saja, siapa tau ada pemandangan yang eksotis, untung-untung juga bisa dapet jodoh hehehehee, (kata pepatah=sambil menyelam makan kerupuk!!! hehehe mlempem dong)

Untung ada temen slam yang sok imut dan cantik, namanya Iswatin dan 3 orang temen kampus ikut nonton juga, jadi gak lontang-lantung kaya orang hilang. WUIHHHHHH rame amat cuy, jalanan macet sekali, motor diparkir tidak karuan dipinggir jalan, Penjual jajanan dengan gerobag berderet dipinggir trotoar menghalagi para pejalan. Ribuan species mamalia berkerumun berkumpul disepanjang jalan guna menyaksikan pawai. Riuh ramai suasana pawai terasa sangat menyesakkan.

Berbagai aroma tubuh tercium, wangi, apek, asem, tapi kebanyakan apeknya deh!!!.
Sore itu Ada seorang Penjual Minuman Es Teh, badannya yang bau asem lewat didepan muka gw, kedua tangannya menjulang keatas memanggul Dagangannya dan memperlihatkan akar serabut warna hitam yang basah 2 centimeter persis didepan hidung gw, "WUUUSHHH" bau menyengat aku hirup tanpa ampun. "KAMPREETT, ASEM TENAN IK" (gw memuji bau tubuhnya dengan tulus dan ikhlas), untuk gw gak sampe pingsan tuh...

Wah bosan juga ngeliat parade yang pertama, disuguhkan dengan pemandangan anak sekolahan dan orang birokrat yang ikut berparade, gak ada penampakan yang bisa membuat mata melotot, dan menyegarkan. Sempat beberapa kali menguap karena bosan.
(apa gak ada penampilan Pawai seperti di Film Laskar Pelangi ya? saat Ikal dan teman2nya garuk-garuk badan kegatalan terkena getah buah aren dari ulah Mahar?)

Pukul 17.00 lebih sedikit (sedikitnya gak tau berapa), Gw berada ditepi jalan, persis didepan Tempat kehormatan bertemu dengan Wakil Gubernur bersama ketiga sobat gw.

Parade Mobil hias pun dimulai..."HEHEHE KESEMPATAN NIH, MENUNJUKKAN BAKAT TERPEDAM GW". Lalu lewatlah mobil hias beratribut berbagai macam sayuran, dari dinas pertanian, Kol, Wortel, kacang panjang, lobak, cabe super gede, bayem, Nangka muda (gori), Waloh, yah sudah pokoknya kaya warung sayuran berjalan gitu!!

(gw teriak) PASUKANNN SAATNYA BERAKSIIII AMBIL SAYURANNNYAA!!!!!! WUT...WUT...WUT...WUTT.. gw sambar apa saja yang ada didepan hidung gw, CIAT...CIAT... (jurus monyet kesetanan beraksi) semua orang pun akhirnya juga ikut mengambil apa saja yang berada didalam mobil berhiaskan sayuran itu.
Heehehehee alhasil dengan penuh perjuangan berebut dengan sesama penonton, tarik-tarikan, jambak-jambakan (eh jambak-jambakannya gak ada dink).

Alhasil Gw dapet 1 gulung buah kol, 1 ekor waloh super besar dan 1 unit nangka muda. Wa ha ha ha ha.. dengan penuh kemenangan hasil jarahan gw berikan ke Iswatin dkk.
Tapi naas, gw kena azabnya, baju dan celana pada lengket kena getah (pulut) dari nangka muda.

Tapi perjuangan belum berakhir sobat!!! hehehe, "masih banyak janda-janda tua, anak-anak terlantar" (lhoh kok kaya pak Zainudin).
Bakalan ada lagi mobil hias yang menyuguhkan berbagai macam sembako, HASYAH.
beberapa lama ditunggu muncullah yang ditunggu
@ mobil berhias bunga, tanaman hias, ada yang majang tanaman antorium lho lebih terkenalnya bunga gelombang cinta. "ah gak ah, terlalu gede, susah bawanya, LEWATTT"
@ Ada lagi mobil hias yang menghiasi mobilnya dengan berkantong kantong krupuk dan Balungkuwuk (keripik singkong), "ah gak mau, gak bawa bungkusnya!!"LEWATTT..!!!
@ ada juga mobil yang dihias jagung super besar, tapi pas waktu mau diambil, lengket banget, "ternyata eh ternyata jagungnya dipaku, SIALAN NIH, LEWATTTT"

Mobil hias berpatung sapi, mempromosikan susu


Mobil Hias dari Enceng Gondok


Barongsai

Yang paling spektakuler adalah penampilan dari serombongan barongsai, monyet, naga dan pawangnya berhasil memukau para penonton. gw turun ketengah jalan dan mengabadikannya, ini dia hasil video gw :


video
Video Barongsai

Pawai pun berakhir, hehehe gw berhasil mendapatkan Sayuran dengan bakat terpendam gw hehehehe, Total jarahan adalah 1 gulung buah kol, 1 ekor waloh super besar dan 1 unit nangka muda. Hasil jarahan gw kasihkan ke ADM STEKOM (Tari) karena Iswatin DKK tidak mau membawanya pulang, dan 1 buah kol diminta sama dosen gw tercinta buat masak dirumah. hehehe Asiikk besok bisa makan Kolak waloh nih dikampus.



Mbak Sweete-Tari-Iswatin

Begitulah cerita Karnaval di daerah slam, heheeh lumayan semrawut penuh dengan penjarahan. hehehe tapi tetep Asik dan Rame. Lhoh kok jadi kelupaan sama mba sweete ya? hehehe I'm Coming mba sweteee!!

Bagaimana dengan Perayaan Peringatan Hari Kemerdekaan didaerah sobat blogger masing-masing? apa juga ada Pawai Karnaval?

10 July 2009

Selamat Jalan (Tari)

10 comments:
Temanku namanya Tari, asal dari solo dan tinggal 1 rumah dengan kakaknya diungaran.

Dia berparas cantik dan dewasa, rambutnya panjang sepinggang terikat dibelakang (kuncir kuda), wajahnya bersih dengan mata yg mirip orang tiong hoa. Dia selalu berpakaian rapi serta sopan layaknya muslimah yang sholehah.

Tiap kali aku bertatap mata, raut mukanya serius, sempat mengira dia angkuh, tapi dimata teman-teman satu kelasnya, dia adalah sosok gadis yang baik dan ramah.

Dia temanku, teman kuliahku, teman satu atap di kampus STEKOM ungaran tapi berbeda jurusan.
Sering kali setiap aku brangkat kerja bersama kakakku, dijalan itu, ditrotoar itu dan jam itu, dia berdiri dengan badan tegap dengan serius melihat ke kanan kearah jalan sedang menunggu mobil jemputan (huh cantik sekali aku berteriak dalam hati). Dia bekerja di Ungaran Sari Garment Karangjati.

Tari mahasiswa D2 Komputer Akuntansi, yang sebentar lagi akan diwisuda. Dan menurut ADM kampus Stekom, bulan Februari ini, dia juga akan melangsungkan pernikahannya.

Pernah dua kali aku berpapasan dijalan seberang gang rumahnya ( jl. sembodo), tepat ditrotoar sebelah kiri dealer Astra.
Waktu aku pulang kerja&hendak berangkat kuliah aku berniat menghampiri dan mengajak berangkat bersama.
Motor aku hentikan menginjak rem depan dan belakang dengan sigap.
Jarak 1 meter didepannya.
Gw : Mb tari,(manggil agak keras) Mau berangkat bareng gak?(*menawarkan dengan tulus ikhlas*)
Tari : (cuma senyum dikit, sambil melambai kecil tanda penolakan) Makasi mas!
Gw : yawdah mba,aku duluan ya (malu-malu bodo) *tancap gas* BRUMMM...
Tari : (cuma senyum dikit, gigi gak keliatan)

Pertemuan yang lain, pas aku hampiri dia, eh malah sudah buru-buru naik Angkot yang lumayan penuh. (hmmm cewe yang mandiri)

Dikelas pun dia juga jarang ngobrol dengan cowo lain.
Tiap pulang kuliah, sudah ada pacarnya yang nunggu dibelakang gerbang siap mengantar pulang samapi ketujuan (kerumah).

Kemarin hari senin aku brangkat kuliah bareng mba Mike, dari pabrik sudah tidak enak. Ternyata sesampainya didepan kampus alun-alun ungaran, ban belakang kempes (KAMPREEET!! BOCOR ALUS).

Dengan rasa dongkol+cape aku balik arah berjalan menuntun motor 10 menit menuju ke depan Ungaran Squere tempat tambal ban. 30menit selese ditambal dan membayar 7 ribu perak.

Sampai kampus jam 7 tepat, yang berarti telat 1jam. Aku naik keatas dan langsung disuguhi materinya Borland Delphi pak Hendrix Virdyant (dosen favorit gw tuch).
Jam 15 menit sebelum pulang siswa akuntansi pada ribut, ramai. (ada apa ini ada apa!?) terdengar ada kabar lelayu

Gw : (bertanya kepad ismi temen akuntansi) mi, ada apa? *bingung*
Is : mb tari akuntansi meninggal kecelakaan dijalan
Gw : siapa?! Tari? Tari yang mana?(bingung+kaget+linglung)
Gw : tari Siapa si?(lupa lupa bingung)
Is : itu lho yang cantik, putih, anak akun rambut panjang (rada khwatir)
Gw : tari? (Gw mikir, putar membackupmemory otak)
Gw : oh dia? Innalillahi wainna lillahirojiun(kaget)

Aku langsung turun ke meja ADM, dan bertanya tentang kebenaran kabar tersebut
Gw : (bertanya sama ADM) mba beneran mba tari meninggal?
ADM : iya, ada temenya yang kasi kabar, dia meninggal kecelakaan waktu mau nyebrang.. (sedih)
Gw : terus sekarang dimana mba?
ADM : sekarang sudah di UGD RS Ungaran (sambil mengenakan jaket putihnya)
Gw : Terus pada mau jenguk gak mba?
ADM : belum tau ni, nanti tunggu dosen juga
Gw : ya udah deh mba, makasi!! (bersiap mengambil backpack)

sambil menunggu teman teman yang keluar gedung, aku bertanya tanya terus ada apa gerangan yang sedang terjadi. Akhirnya temen-temen pada turun dari lantai dua.
Ada teman Akuntansi satu jurusan dengan tari, aku cegat dan aku tanyai


Gw : eh gimana ni? pada mau jenguk kapan?
Gw : tapi katanya masi di RS ni, apa kita kesana aja
Temen : Hmmm tu sudah ada yang langsung keRS.
Gw : Oke deh, tengkyu pren. aku langsung ke RS ajah

Aku bergegas pakai helm standard, dan mengencangkan shiper jaket hitamku,
Aku tarik gas, BREEEMMMM!!!
Untung Lampu Lalulintas lancar, dan sampai di RS ungaran 3menit.
sesampai di tempat parkir, ada 4 temanku yang menyusul dibelakang.

Kita langsung ke Ruang Jenazah, Sesampai di depan ruang jenazah, sudah ada mba Kondriah, dan 2 temen kuliah jurusan akuntansi yang sudah menunggu.

Gw : "ruangannya dimana mba?"(sambil melepas headset yang nyantol di tas)
Kondriah : tu sana lurus aja, lagi disucikan mas (menunjuk ke arah lorong yang remang-remang) *matanya berair, dan keliatan sedih banget*

mba kondirah adalah teman baiknya, dia selalu mengabari (sms) bila ada sesuatu dan tidak bisa berangkat kuliah. Mba Kondriah terlihat sedih banget....
Aku tinggal dia (cewe yang berparas keibuan itu) dan masuk kelorong remang-remang menuju tempat jenazah.

sesampai didepan pintu suasana begitu haru, muram dan sedih, ada 4 orang remaja yang sedang duduk ditangga dan memegang Handphone sedang mengabari kerabatnya, dan salah satunya adalah adik dari mba tari.
ada seorang yang sedang melongok dari pintu dengan jinjit kaki melihat kedalam ruang jenasah dengan wajah sedih. dan beberapa bapak-bapak yang sedang berdiri dan mengobrol, membicarakan kronlogi kejadian kecelakaan naas tersebut...

Bapak A : Itu lho didepan sembodo (bapak dengan kumis tebal, sepertinya saksi mata)
Bapak B : Hmmmm (menggumam sambil memegang dagunya)
Bapak A : kejadiannya jam setengah tujuan pak (dengan tegas)
Bapak B : hmmmmm (masih mengangguk) oh gitu ya pak
Gw : (dalam hati) "oh berarti 10 menitan setelah aku lewat jalan itu"
Bapak A : Tadi katanya dia sedang menyeberang, terus dari belakangnya ada motor SMASH yang menyerempet (sambil memperagakan dengan tangan)
Bapak A : dianya hilang keseimbangan dan berputar-putar
Bapak A : lalu dari arah belakangnya, ada mobil yang menghantam, menabarak dan menghempas, BRUAK!!
Bapak A : dianya keterlempar mas!!!! TERSERET !!! (mempertegas dan mengeraskan suaranya)
Bapak A : terus dari arah berlawanan di seberang jalan, ada Bus Jogja Semarang dengan kecepatan tinggi menyambut badannya yang sudah tak sadar. dan ada suaranya mas "PLOOK"
Bapak A : badan dan lengan kirinya mengelupas menghantam aspal mas, dan kepala bagian atasnya R***K terhantam bus.(gak diceritain terlalu seram)
Bapak B : terus gimana pak (sambil menggelengkan kepalanya)
Bapak A : ya udah, langsung meninggal ditempat..............
bla......bla...... bla............................

Aku tak sanggup mendengar krnologinya, terserempet, terus ditabrak dari belakang, dan terhempas terseret dengan BUS dari arah yang berlawanan dengan kecepatan tinggi. Bahkan tidak ada Bekas pengereman dari ketiga kendaraan tersebut. Aku gak bisa membayangkan bagaiman kondisinya waktu itu.

Dia meninggal di Jalan Sembodo, Gowongan, Ungaran Samping kiri Dealer Astra, ditempat biasa dia menunggu angkot, ditempat biasa aku melihat dia menunggu bus jemputan, tempat yang akan menjadi kenangan untuk orang yang pernah ada dihati orang yang menyayanginya.
Mba Tari yang malang....semoga diterima disisi-Nya. (aku mengelus dada, dan meninggalkan kerumunan bapak-bapak tersebut)

Para Dosen dan teman-teman kampus datang, dan langsung menyalami kakak dari mba tari.
Aku dan teman-teman menunggui hampir 1 jam didepan Ruang Jenasah,
Teman teman dan dosen berdiri disamping kamar, dan mengobrol membicarakan semua hal yang berhubungan dengan Almarhum mba Tari.....

Kondri : padahal tadi dia masi SMS an sama aku lho, gak nyangka kok bisa begini (memegang hape)
Teman Cewe 1 : iya, biasanya juga kalo dia gak berangkat pasti sms aku.. aku jadi takut nyeberang ni!! (sedih, sambil merangkul mba Kondri)
Kondri : tadi itu juga, aku bingung kenapa kok gak SMS aku, (matanya berair)
Kondri : tadi sempet aku telpon 2 kali, bisa masuk si..., tapi kok gak diangkat-angkat!!! aku jadi khawatir ada apa ini??!!!(air matanya jatuh kepipi)
Temen Cewe 2 : iya, gimana dengan Calon Suaminya ya, pasti Shock banget (menunjuk Pria yang sedang duduk ditangga dengan membungkukkan kepalannya)
Teman Cewe 1 : iya, padahal katanya bulan Februari ini dia mau menikah lho....
Temen Cewe 2 : Kasihan ya......

Dari cerita yang aku dengar, banyak sekali yang menyesali kepergian Tari, semuanya tak dapat diduga. Semua kenangan yang ada teringat kembali semasa Tari Masih giat berangkat kuliah dengan seragam kerjanya, tawanya, candanya dan saat dia menekan keyboard komputer diruangan pojok dan membaca teks photocopy materi kuliah masi terbayang dalam kenangan.

1 jam berlalu, jam 21.15 ada SMS dari kakaku yang minta dijemput di LUWES, dan memang dari 30 menit dia SMS tapi tidak terdengar olehku. "dia minta dijemput"
kemudian Aku berpamitan dengan teman-teman mau pamit terlebih dahulu dan menyalami kakak dari Mba Tari

Gw : mba aku pamit dulu ya?! kakakmu minta dijemput
Kondri : Ya mas, (dia masi melinangkan air mata)
Gw : yang tabah ya mba, Itu sudah kehendak yang diatas (sambil menepuk pundak Kondri yang lemas)
Gw : (aku salami kakak mba Tari) mba Saya dan teman-temannya mba tari ikut berbela sungkawa atas kepergiannya mba tari, semoga yang ditinggalkan diberi ketabahan. kita semua sayang dengan mba Tari (sambil menyalami, menggengam tangan dari Kakaknya Mba tari)
Kakak Mb Tari : Makasih mas, (masih terisak-isak dan mengelap hidung dan matanya yang basah)
Gw : saya pamit dulu bu,,(berjalan dilorong yang remang-remang menujut pintu keluar)

Karena setelah menunggu belum selesai disucikan, dan waktu sudah terlalu larut, Semuanya berpamitan pulang. Sekarang hanya tinggal Mba Kondri dan 1 temen cewe yang masi menunggui serta para kerabat dan keluarga yang masi menunggu di ruangan yang remang-remang itu.
Kabar dari Bapak yang menunggui :
Jenasahnya malam ini akan langsung dibawa ke Solo untuk dimakamkan.

Segala sesuatu dialam ini tidaklah kekal.
Ada pertemuan ada perpisahan
Ada awal ada akhir
Dan semua yang hidup pasti akan mati,
Tapi kapan waktunya,hanya Tuhan yang maha tau.
Jadi hargailah setiap waktu, dan setiap pertemuan dengan orang yang kita sayangi



Semua kenangan bersama mba Tari Akan selalu jadi kenangan
Kita Semua menyayangi kamu
Maafkan Segala Kesalahan yang ada
Semoga Mba Tari istirahat dengan Tenang disana
Kita akan Mendoakan agar segala amal dan ibadah mba Tari Diterima Disisi Allah SWT

Selamat Jalan Temanku (Suttari, 7 Januari 2009)


Link Inspirasi terkait:

28 March 2009

Seminar KODE-P di STEKOM

3 comments:

Pak Samuel gw gambar, dengan ilustrasi seadanya.....hampir mirip-mirip dikit (kumisnya)

Seminar....!!!!. baru pertama ini gw ikut seminar kaya gini...
Biasanya cuma ikut rapat RT sama Kondangan aja, ehh...sekarang pake ngikut seminar segala, sampe gw bela-belain ijin cuti gak masuk kerja.


Tepatnya kemarin Sabtu 28 Maret 2009, gw ma temen kampus bisnis dan akuntansi janjian jam 07.30 waktu Ungaran, berangkat bareng dari rumah si Marmut (Maria Ulfa Imut) berlokasi persis di belakang Swalayan Luwes Ungaran.


Ternyata yang datang baru kita ber-3, yang laen pada ngaret....
Setelah menunggu beberapa menit, kutengok jam tangan punya mas budi, ternyata sudah jam delapan lebih 30 menit, tinggal menunggu dua orang, Djafar dari Ambarawa dan mas Wiyono (caleg dari dari blotongan kota Salatiga).

Akhirnya Jafar datang dan kita pun berangkat.
Gw boncengan sama Is, Sony-Any, Budi-Wiyono, Sugi-Dewi, Restu-Yudi, Sus-Minul, Marmut-Jafar. 5 ekor motor berjalan beriringan ngebut dengan rute Ungaran-Tembalang-Sigar bencah-Kedung mundu - Majapahit - STEKOM. Akhirnya sampailah di kampus STEKOM pusat jam 9 lebih 20 menit... TELAT TELAT BIARAIN DAH GW!!!!
tetapi ternyata acara belum dimulai.

Acara Seminarpun dimulai.
Gw kebagian Snack Roti Lapis dan Mineral 1 gelas... lumayan, dari tadi gw haus. Dengan penuh nafsu gw sedot ubun-ubun gelas sampe kering tak tersisa.
gw mencari orang yg dirasa kenal, celingak-celinguk kanan kiri depan belakang (wah ternyata banyak jg yg ikut, cewe-cewenya cantik-cantik cuy suit-suit, kursi terisi penuh).

1.Acara dibuka dengan sambutan dari mahasiswa pusat (gw gak kenal tu bocah)
2.Sambutan dari Bapak Sularoto si Jangkung (Dosen Desain Grafis)
3.Acara inti, workshop yang di pimpin oleh pak Samuel yang berkumis tebal dan kacamata yang nyankut dikepala.
4.Tanya-jawab.
5.Acara terakhir penutup tepat jam 12 siang.


Suasana Anak Bisnis dan Akuntansi waktu Seminar (Katrok)
Restu-Sus-Yudi-Wiyono(caleg)-BSA

Acara berlangsung meriah seperti pasar, hahahaha...
Bapak samuel membawakan presentasi dengan santai, lugas, jelas dan Kumis yang hampir copot hehehe....
Eniweii.... acara berlangsung lancar, banyak ilmu yang didapat dari sana, dan yang paling penting adalah (dapet kenalan baru)

Gw sempet gak konsentrasi gara-gara menahan pipis, gw gak tahan dengan dinginnya Air Conditioner (AC), maklum orang desa Alergi kalo kena AC, bawaanya pengen pipis mulu. Biasanya gw peke AC Alami Windows.
Mau keluar, tapi malu dipelototin peserta, dan rugi gak menyaksikan pak samuel presentasi....
Gw tahan, tahan, tahannnnn slam!!!.... ahhhh....ihhh..uhhhh...TES..TES..wadhuh nyerah dah gw!!.... dan akhirnya gw ngompol!!!
YA GAK LAH!!! emang gak da toilet apa??
gw pipis di tolilet lantai 2 samping tangga, CURRRRRR....LEGA JUGA AKHIRNYA!!!!
gw kembali dengan riang gembira, 1 Rintangan dan 2 Cobaan telah terlampaui.

Yang gw sesalkan untuk sesi tanya jawabnya kok cuma untuk tiga orang saja, dan durasinya sangat singkat?!!! kenapa? why?
padahal kan gw juga mau tanya, sudah berjubel pertanyaan di Otak Pentium 11 gw.
Misal :
-Kok kumisnya bisa tebel pak? apa rahasianya?
-Pak udah makan belum?
-Tadi kesini naik apa pak?
-Anaknya ada yang cewe gak pak? boleh ni dikenalin, Jomblo ni!!?
(PERTANYAANYA GAK NYAMBUNG CUY!!!!)

Acara berlangsung begitu cepat, secepat snack gw habisin...
Niatnya sepulang dari seminar, temen2 pada ngajakin jalan-jalan ke Masjid Agung, tapi mas Budi, Sony, Any, Minul, tidak bisa ikut. katanya mau langsung pulang, mau ngasi makan kambingnya...agagagag

Akhirnya aaSlamDunK-Is, Sus-Restu, Wiyono-Yudi, Sugi-Dewi, Jafar-Marmut.
berbekal peta yang dikasi mas budi dari Google Map, kita meluncur ke TKP, dan tidak disangka kita bingung harus masuk dijalan yang mana, belok di Kalicari tapi gak jadi, mau masuk jalan tol (gak mungkin). Akhirnya Ketemu juga tuh masjid.

WUIIIIHHH (gw melongo), Dahsyat!!!
Gede aaaaamaattt ya?
Tempat Wudhunya pun lebih gede dari Rumah gw....setelah berkumpul di tempat parkir yang panas, Air liur gw pun menetes dari Dahi (keringet maksudnya) , BERHITUNGGG!!!...1..2..3... LHOH!!! mana Sugi ma Dewi, kok gak ada???

wah gawat nih, Kesasar dia gak tau jalannya, setelah ditelpon ternyata si Sugi Ngambeg, ditinggal muter-muter simpang 5.
jam kita bekunjung di Masjid Agung, Foto-foto seperti Artis lenong, terus Sholat di lantai paling atas, dan berhenti sejenak melihat kota semarang dari depan masjid.
Belum puas sih, tapi kasihan si Dewi dan SUgi yang kesasar menunggu di Peleburan. Jadi kita bergegas segera nyusul di peleburan.

Didepan Masjid Agung, sehabis Sholat Dhuhur


Kaki gw kepanasan, jam 13.30


Ditangga, mau pulang (gambar gw edit pake OtongShop supaya lebih terang)
Gw-Wiyono-Marmut-Is

Alhasil selain mendapatkan Ilmu yang sangat berharga dari pak Samuel si Kumis tebal dan pak Sulartopo, Kenalan baru, Foto bareng artis aaSlamDunK di Masjid agung, serta hampir aja gw mengidap kencing batu gara-gara menahan pipis, Pantat melepuh, Kulit gosong karena berjemur di jalan, dan gw sampe dirumah jam 5 sore denga baju yang basah kuyup, lengkap sudah!!.

But...Eniweii... semuanya, baik-baik aja, gw seneng bisa ketemu banyak orang, kumpul-kumpul bareng temen Akuntasi dan Bisnis, sudah lama gak pernah kumpul dan jalan-jalan bareng.
Oya, buat Qiqi maaf gak jadi ketemuan, mungkin next time kita bisa bertemu kalu masih ada umur panjang ya!!
Thanks buat semuanya. I have A nice Weekend.

07 January 2009

Selamat Jalan Temanku (Tari)

3 comments:
Temanku namanya Tari, asal dari solo dan tinggal 1 rumah dengan kakaknya diungaran.

Dia berparas cantik dan dewasa, rambutnya panjang sepinggang terikat dibelakang (kuncir kuda), wajahnya bersih dengan mata yg mirip orang tiong hoa. Dia selalu berpakaian rapi serta sopan layaknya muslimah yang sholehah.

Tiap kali aku bertatap mata, raut mukanya serius, sempat mengira dia angkuh, tapi dimata teman-teman satu kelasnya, dia adalah sosok gadis yang baik dan ramah.

Dia temanku, teman kuliahku, teman satu atap di kampus STEKOM ungaran tapi berbeda jurusan.
Sering kali setiap aku brangkat kerja bersama kakakku, dijalan itu, ditrotoar itu dan jam itu, dia berdiri dengan badan tegap dengan serius melihat ke kanan kearah jalan sedang menunggu mobil jemputan (huh cantik sekali aku berteriak dalam hati). Dia bekerja di Ungaran Sari Garment Karangjati.

Tari mahasiswa D2 Komputer Akuntansi, yang sebentar lagi akan diwisuda. Dan menurut ADM kampus Stekom, bulan Februari ini, dia juga akan melangsungkan pernikahannya.

Pernah dua kali aku berpapasan dijalan seberang gang rumahnya ( jl. sembodo), tepat ditrotoar sebelah kiri dealer Astra.
Waktu aku pulang kerja&hendak berangkat kuliah aku berniat menghampiri dan mengajak berangkat bersama.
Motor aku hentikan menginjak rem depan dan belakang dengan sigap.
Jarak 1 meter didepannya.
Gw : Mb tari,(manggil agak keras) Mau berangkat bareng gak?(*menawarkan dengan tulus ikhlas*)
Tari : (cuma senyum dikit, sambil melambai kecil tanda penolakan) Makasi mas!
Gw : yawdah mba,aku duluan ya (malu-malu bodo) *tancap gas* BRUMMM...
Tari : (cuma senyum dikit, gigi gak keliatan)

Pertemuan yang lain, pas aku hampiri dia, eh malah sudah buru-buru naik Angkot yang lumayan penuh. (hmmm cewe yang mandiri)

Dikelas pun dia juga jarang ngobrol dengan cowo lain.
Tiap pulang kuliah, sudah ada pacarnya yang nunggu dibelakang gerbang siap mengantar pulang samapi ketujuan (kerumah).

Kemarin hari senin aku brangkat kuliah bareng mba Mike, dari pabrik sudah tidak enak. Ternyata sesampainya didepan kampus alun-alun ungaran, ban belakang kempes (KAMPREEET!! BOCOR ALUS).

Dengan rasa dongkol+cape aku balik arah berjalan menuntun motor 10 menit menuju ke depan Ungaran Squere tempat tambal ban. 30menit selese ditambal dan membayar 7 ribu perak.

Sampai kampus jam 7 tepat, yang berarti telat 1jam. Aku naik keatas dan langsung disuguhi materinya Borland Delphi pak Hendrix Virdyant (dosen favorit gw tuch).
Jam 15 menit sebelum pulang siswa akuntansi pada ribut, ramai. (ada apa ini ada apa!?) terdengar ada kabar lelayu

Gw : (bertanya kepad ismi temen akuntansi) mi, ada apa? *bingung*
Is : mb tari akuntansi meninggal kecelakaan dijalan
Gw : siapa?! Tari? Tari yang mana?(bingung+kaget+linglung)
Gw : tari Siapa si?(lupa lupa bingung)
Is : itu lho yang cantik, putih, anak akun rambut panjang (rada khwatir)
Gw : tari? (Gw mikir, putar membackupmemory otak)
Gw : oh dia? Innalillahi wainna lillahirojiun(kaget)

Aku langsung turun ke meja ADM, dan bertanya tentang kebenaran kabar tersebut
Gw : (bertanya sama ADM) mba beneran mba tari meninggal?
ADM : iya, ada temenya yang kasi kabar, dia meninggal kecelakaan waktu mau nyebrang.. (sedih)
Gw : terus sekarang dimana mba?
ADM : sekarang sudah di UGD RS Ungaran (sambil mengenakan jaket putihnya)
Gw : Terus pada mau jenguk gak mba?
ADM : belum tau ni, nanti tunggu dosen juga
Gw : ya udah deh mba, makasi!! (bersiap mengambil backpack)

sambil menunggu teman teman yang keluar gedung, aku bertanya tanya terus ada apa gerangan yang sedang terjadi. Akhirnya temen-temen pada turun dari lantai dua.
Ada teman Akuntansi satu jurusan dengan tari, aku cegat dan aku tanyai


Gw : eh gimana ni? pada mau jenguk kapan?
Gw : tapi katanya masi di RS ni, apa kita kesana aja
Temen : Hmmm tu sudah ada yang langsung keRS.
Gw : Oke deh, tengkyu pren. aku langsung ke RS ajah

Aku bergegas pakai helm standard, dan mengencangkan shiper jaket hitamku,
Aku tarik gas, BREEEMMMM!!!
Untung Lampu Lalulintas lancar, dan sampai di RS ungaran 3menit.
sesampai di tempat parkir, ada 4 temanku yang menyusul dibelakang.

Kita langsung ke Ruang Jenazah, Sesampai di depan ruang jenazah, sudah ada mba Kondriah, dan 2 temen kuliah jurusan akuntansi yang sudah menunggu.

Gw : "ruangannya dimana mba?"(sambil melepas headset yang nyantol di tas)
Kondriah : tu sana lurus aja, lagi disucikan mas (menunjuk ke arah lorong yang remang-remang) *matanya berair, dan keliatan sedih banget*

mba kondirah adalah teman baiknya, dia selalu mengabari (sms) bila ada sesuatu dan tidak bisa berangkat kuliah. Mba Kondriah terlihat sedih banget....
Aku tinggal dia (cewe yang berparas keibuan itu) dan masuk kelorong remang-remang menuju tempat jenazah.

sesampai didepan pintu suasana begitu haru, muram dan sedih, ada 4 orang remaja yang sedang duduk ditangga dan memegang Handphone sedang mengabari kerabatnya, dan salah satunya adalah adik dari mba tari.
ada seorang yang sedang melongok dari pintu dengan jinjit kaki melihat kedalam ruang jenasah dengan wajah sedih. dan beberapa bapak-bapak yang sedang berdiri dan mengobrol, membicarakan kronlogi kejadian kecelakaan naas tersebut...

Bapak A : Itu lho didepan sembodo (bapak dengan kumis tebal, sepertinya saksi mata)
Bapak B : Hmmmm (menggumam sambil memegang dagunya)
Bapak A : kejadiannya jam setengah tujuan pak (dengan tegas)
Bapak B : hmmmmm (masih mengangguk) oh gitu ya pak
Gw : (dalam hati) "oh berarti 10 menitan setelah aku lewat jalan itu"
Bapak A : Tadi katanya dia sedang menyeberang, terus dari belakangnya ada motor SMASH yang menyerempet (sambil memperagakan dengan tangan)
Bapak A : dianya hilang keseimbangan dan berputar-putar
Bapak A : lalu dari arah belakangnya, ada mobil yang menghantam, menabarak dan menghempas, BRUAK!!
Bapak A : dianya keterlempar mas!!!! TERSERET !!! (mempertegas dan mengeraskan suaranya)
Bapak A : terus dari arah berlawanan di seberang jalan, ada Bus Jogja Semarang dengan kecepatan tinggi menyambut badannya yang sudah tak sadar. dan ada suaranya mas "PLOOK"
Bapak A : badan dan lengan kirinya mengelupas menghantam aspal mas, dan kepala bagian atasnya R***K terhantam bus.(gak diceritain terlalu seram)
Bapak B : terus gimana pak (sambil menggelengkan kepalanya)
Bapak A : ya udah, langsung meninggal ditempat..............
bla......bla...... bla............................

Aku tak sanggup mendengar krnologinya, terserempet, terus ditabrak dari belakang, dan terhempas terseret dengan BUS dari arah yang berlawanan dengan kecepatan tinggi. Bahkan tidak ada Bekas pengereman dari ketiga kendaraan tersebut. Aku gak bisa membayangkan bagaiman kondisinya waktu itu.

Dia meninggal di Jalan Sembodo, Gowongan, Ungaran Samping kiri Dealer Astra, ditempat biasa dia menunggu angkot, ditempat biasa aku melihat dia menunggu bus jemputan, tempat yang akan menjadi kenangan untuk orang yang pernah ada dihati orang yang menyayanginya.
Mba Tari yang malang....semoga diterima disisi-Nya. (aku mengelus dada, dan meninggalkan kerumunan bapak-bapak tersebut)

Para Dosen dan teman-teman kampus datang, dan langsung menyalami kakak dari mba tari.
Aku dan teman-teman menunggui hampir 1 jam didepan Ruang Jenasah,
Teman teman dan dosen berdiri disamping kamar, dan mengobrol membicarakan semua hal yang berhubungan dengan Almarhum mba Tari.....

Kondri : padahal tadi dia masi SMS an sama aku lho, gak nyangka kok bisa begini (memegang hape)
Teman Cewe 1 : iya, biasanya juga kalo dia gak berangkat pasti sms aku.. aku jadi takut nyeberang ni!! (sedih, sambil merangkul mba Kondri)
Kondri : tadi itu juga, aku bingung kenapa kok gak SMS aku, (matanya berair)
Kondri : tadi sempet aku telpon 2 kali, bisa masuk si..., tapi kok gak diangkat-angkat!!! aku jadi khawatir ada apa ini??!!!(air matanya jatuh kepipi)
Temen Cewe 2 : iya, gimana dengan Calon Suaminya ya, pasti Shock banget (menunjuk Pria yang sedang duduk ditangga dengan membungkukkan kepalannya)
Teman Cewe 1 : iya, padahal katanya bulan Februari ini dia mau menikah lho....
Temen Cewe 2 : Kasihan ya......

Dari cerita yang aku dengar, banyak sekali yang menyesali kepergian Tari, semuanya tak dapat diduga. Semua kenangan yang ada teringat kembali semasa Tari Masih giat berangkat kuliah dengan seragam kerjanya, tawanya, candanya dan saat dia menekan keyboard komputer diruangan pojok dan membaca teks photocopy materi kuliah masi terbayang dalam kenangan.

1 jam berlalu, jam 21.15 ada SMS dari kakaku yang minta dijemput di LUWES, dan memang dari 30 menit dia SMS tapi tidak terdengar olehku. "dia minta dijemput"
kemudian Aku berpamitan dengan teman-teman mau pamit terlebih dahulu dan menyalami kakak dari Mba Tari

Gw : mba aku pamit dulu ya?! kakakmu minta dijemput
Kondri : Ya mas, (dia masi melinangkan air mata)
Gw : yang tabah ya mba, Itu sudah kehendak yang diatas (sambil menepuk pundak Kondri yang lemas)
Gw : (aku salami kakak mba Tari) mba Saya dan teman-temannya mba tari ikut berbela sungkawa atas kepergiannya mba tari, semoga yang ditinggalkan diberi ketabahan. kita semua sayang dengan mba Tari (sambil menyalami, menggengam tangan dari Kakaknya Mba tari)
Kakak Mb Tari : Makasih mas, (masih terisak-isak dan mengelap hidung dan matanya yang basah)
Gw : saya pamit dulu bu,,(berjalan dilorong yang remang-remang menujut pintu keluar)

Karena setelah menunggu belum selesai disucikan, dan waktu sudah terlalu larut, Semuanya berpamitan pulang. Sekarang hanya tinggal Mba Kondri dan 1 temen cewe yang masi menunggui serta para kerabat dan keluarga yang masi menunggu di ruangan yang remang-remang itu.
Kabar dari Bapak yang menunggui :
Jenasahnya malam ini akan langsung dibawa ke Solo untuk dimakamkan.

Segala sesuatu dialam ini tidaklah kekal.
Ada pertemuan ada perpisahan
Ada awal ada akhir
Dan semua yang hidup pasti akan mati,
Tapi kapan waktunya,hanya Tuhan yang maha tau.
Jadi hargailah setiap waktu, dan setiap pertemuan dengan orang yang kita sayangi



Semua kenangan bersama mba Tari Akan selalu jadi kenangan
Kita Semua menyayangi kamu
Maafkan Segala Kesalahan yang ada
Semoga Mba Tari istirahat dengan Tenang disana
Kita akan Mendoakan agar segala amal dan ibadah mba Tari Diterima Disisi Allah SWT

Selamat Jalan Temanku (Suttari)


Link Inspirasi terkait: