Showing posts with label Ibu. Show all posts
Showing posts with label Ibu. Show all posts
16 May 2011
Ibu, Terimakasih hangat untukmu
24 tahun silam ibu menatapku dengan haru beriring tangis, tatapan penuh kebahagiaan dengan mata berbinar di kasur putih kamar bersalin, menggendongku untuk pertama kalinya dan berbicara dengan bahasa Ibu penuh kehangatan "nak, ibu dan seluruh umat muslim menyambut kelahiranmu dengan doa nan fitri".
7 tahun silam ibu menangis karena tidak bisa menyekolahkanku lebih tinggi, tapi aku tetap memaksa mendaftar kesana kemari mencari tempat kuliah milik negara, tentunya dengan beasiswa yang direbutkan jutaan pesaing lain. walaupun akhirnya gagal dengan beberapa alasan
04 June 2010
Miss You Mom
Emaaaaaakk...
malem Ini sepi... lebih sepi Dari biasanya
eh... ini malam jumat ya?!
aku terbaring dikamar, tidur, sendiri melirik bingkai foto didinding putih
terlihat jelas seorang wanita yang tertawa mesra bersama suaminya
yak... itu ibu dan bapakku... kedua orang tuaku
hai mak... apa kabar disana?
####
aku rindu...
rindu memori saat kita masih berbagi Dunia
rindu Ibu yang membangunkanku karena susah bangun!! "nang.. tangi wis Awan!!"
rindu Senyuman Ibu yang duduk didepan rumah menunggu anaknya pulang "dolan wae!!"
rindu mencium jemari tuamu "mak... berangkat dulu ya"
####
Ya Allah, kepada-Mu aku Memohon
Inginku menembus batas kehidupan, dan menghampirinya
walau hanya sekelebat mimpi
walau hanya untuk sesaat
Sedetik... yah sedetik pun tidak mengapa
berharap bisa menjumpainya di kehidupan ini
####
baru kemarin rasanya ku dilahirkan olehmu
Ibu cantik bermata kecil seperti aku
yang selalu mengingatkanku "nang sholat!!"
itulah saat aku merasa "normal"
Kusatukan kedua tanganku menengadah keatas
Semoga doa ini menyejukanmu
16 December 2009
Ibu
Kita sering duduk berpelukan berdua diteras depan rumah
Saat Sang maha cahaya mengintip dari ufuk timur
Bersama merasakan hangatnya sentuhan sinarnya
Memandangi ramainya lalu lalang para penjual dan pembeli yang hendak kepasar
Kita memang jarang bercerita, karena memang aku agak pendiam
Tapi kita bisa saling merasakan hangatnya saat berdua
Selalu..
Kau taburkan benih-benih kasih sayang di hatiku,
Kau selipkan helai-helai norma di rambutku
Di jiwaku kau tanam kekuatan dan ketabahan
Di wajahku kau lukis senyum dan ketulusan
Banyak sekali
Banyak sekali yang kau berikan,ibu
Tak terkira banyaknya
(by Yessi Grena W Purba)
…….
Ibu, ingatkah kau ibu?
Aku pernah berjanji akan menemanimu jalan-jalan berkeliling kota
berkeliling dengan sepeda bututku saat kesembuhanmu
Lalu ingatkah kau, ibu?
Waktu aku berjanji akan mengenalkanmu dengan calon menantu?
Saat aku menggendongmu ketempat tidur, Dan menemanimu hingga tertidur lelap
Kau berkata "maafkan ibu ya nak" sambil mengusap air mata
Aku terisak dan memelukmu erat "ada yang berbeda dengan ibu"
Tapi Tuhan berkehendak lain, Dia memberimu yang lebih baik
Tuhan Memanggilmu sebelum aku Dewasa
Sebelum aku bisa memenuhi semua itu..
Selamat malam,ibu..
Aku merindukanmu..
Dan tak akan pernah lagi kau temani aku merasakan hangatya sinar mentari pagi disampingmu,
Memapahmu lagi ketempat tidur...
Ibu, Selamat Ulang Tahun
Kasihmu akan selalu bersemayam dilubuk hatiku
Saat Sang maha cahaya mengintip dari ufuk timur
Bersama merasakan hangatnya sentuhan sinarnya
Memandangi ramainya lalu lalang para penjual dan pembeli yang hendak kepasar
Kita memang jarang bercerita, karena memang aku agak pendiam
Tapi kita bisa saling merasakan hangatnya saat berdua
Selalu..
Kau taburkan benih-benih kasih sayang di hatiku,
Kau selipkan helai-helai norma di rambutku
Di jiwaku kau tanam kekuatan dan ketabahan
Di wajahku kau lukis senyum dan ketulusan
Banyak sekali
Banyak sekali yang kau berikan,ibu
Tak terkira banyaknya
(by Yessi Grena W Purba)
…….
Ibu, ingatkah kau ibu?
Aku pernah berjanji akan menemanimu jalan-jalan berkeliling kota
berkeliling dengan sepeda bututku saat kesembuhanmu
Lalu ingatkah kau, ibu?
Waktu aku berjanji akan mengenalkanmu dengan calon menantu?
Saat aku menggendongmu ketempat tidur, Dan menemanimu hingga tertidur lelap
Kau berkata "maafkan ibu ya nak" sambil mengusap air mata
Aku terisak dan memelukmu erat "ada yang berbeda dengan ibu"
Tapi Tuhan berkehendak lain, Dia memberimu yang lebih baik
Tuhan Memanggilmu sebelum aku Dewasa
Sebelum aku bisa memenuhi semua itu..
Selamat malam,ibu..
Aku merindukanmu..
Dan tak akan pernah lagi kau temani aku merasakan hangatya sinar mentari pagi disampingmu,
Memapahmu lagi ketempat tidur...
Ibu, Selamat Ulang Tahun
Kasihmu akan selalu bersemayam dilubuk hatiku
28 April 2009
Bapak dan Ibu

Aku menitikan air mata, Bukannya karena ngiris bawang merah atau kaki keinjek gajah!!, tapi tiap aku inget pasti mataku berair, jadi bukannya nangis.
Sabtu malam kemarin tanggal 25 April 2009 tengah malam mendapat kabar dari Saudara, dia datang rumahku dan mengetuk pintu ditengah malam buta. mengabarkan bahwa pamanku Azis meninggal dunia tepat pukul sebelas malam tadi.
Dalam kondisi masi setengah sadar, aku dan kakak perempuanku (panggil=brother) langsung mengabari seluruh kerabat yang nomornya tertera di layar Handphone. Alhamdulillah bisa menerima kabar lelayu itu.
Beliau meninggalkan Istri dan anak-anaknya. Beliau Seumuran dengan Bapakku ketika dalam kondisi sakit, keadaannya pun sama yaitu menginggal di tempat tidur karena penyakit tua dan stroke.
Tepat 1 minggu sebelum meninggalnya aku berkunjung kerumah karena diminta untuk mengantarkan Tri (anak perempuan dari Bpk Azis yang paling kecil).
Setiap aku berkunjung dikediamannya di daerah Kalisidi Ungaran, aku sempatkan menjenguk. aku duduk dipinggir ranjang dan menggenggam Jemari tangan keriputnya yang tergolek di tempat tidur. Sejak Pertemuan itu sudah terlihat ada yang berbeda, tapi tak kuhiraukan, "ah cuma perasaanku saja".
Setiap aku mengelus tangannya, beliau selalu menanyakan dengan suara lirih "Sinten niki? sopo yo?" menanyai aku.
Aku dekatkan Bibirku ke telinganya "Slamet pakde, Putrane Bu Muji Gunungpati"
"oohh... iya... pinarak sek nang" sambil tersenyum kecil mempersilakan aku bertamu
Aku tetap memegang tangannya dan menatap dalam-dalam ke wajah tuanya yang mirip sekali dengan kondisi Bapak waktu masih ada.
Mungkin Pakde Azis sudah tidak mengenali aku karena penglihatannya yang sudah rabun, beliau cuma mengatakan " Monggo....hee... mrene nang" sambil senyum.
Aku mencium Tangannya, terisak, peluhku jatuh membasahi lengannya.
Beliau mengingatkanku kepada Bapak, Teringat dahulu waktu masih kecil sekitar umur 5 tahun. Aku digendong dipundaknya yang sudah berumur dan mengajakku jalan-jalan dipagi hari. Belum pernah aku digendongnya, itu juga satu kali karena kecelakaan, kakiku sebelah kanan sobek terkena GIR (ruji) sepeda waktu bermain dengan teman-teman. "Hufhhh...." bahagia sekali bisa digendong bapak, itu juga cuma satu kali.
Aku lebih sering digendong sama ibu sewaktu kecil. Tapi yang paling aku ingat yaitu setiap ibu beli beras satu karung (20 kiloan), lalu beras itu digendong di punggungnya , dengan semangat siBolang aku naik keatas punggungnya dan menduduki beras itu berlagak seperti Pangeran yang menunggangi kuda "Yiiiiiiihaaaaa....". Ibu memang wanita yang Tegar, Waktu itu badanku masi kecil sekitar umur 3 tahunan jadi ibu masih kuat menggendong.
Pernah sekali aku menggendong ibu, sepulang dari rumah sakit Kariadi Semarang dia masih lemas, dan perlu bantuan untuk ke kamar mandi. Ingin kugendong Ibu terus sebagai ganti masa-masa kecil, walaupun itu tidak akan pernah bisa sebanding dengan semuanya yang telah dia berikan padaku.
"Hmmmmm kangen ma ibu", setiap rasa itu muncul, aku pandangi foto keluarga di Album foto atau di Handphone, dan mendoakan "ibu lagi ngapain ya? kangen nih besok kalo libur aku datang bu!! Maafkan anakmu ini ya bu, sekarang sudah jarang menjenguk, aku janji besok kamis bakal pulang Awal dan menjenguk Ibu"
"Hargai waktu kita saat bersama dengan orang yang kita sayangi"
jangan biarkan itu berlalu dan meninggalkan kita
Link Inspirasi terkait:
16 March 2009
Selamat Ulang Tahun Ibu
Dear All...
Maret!!! Maret???? oh Iyaa ya Udah Maret ya?!!
kayanya ada yang mau ultah nih, tapi siapa yah?? (gw liat kalender duduk dimeja rias gw *JIAHHHH.... emang gw bences?*)
hari itu tanggal 2 Maret 2009 hmmm... ehehe
eh eh eh tunggu dulu cuy, tadi pagi temen gw namanya Beny ngajak chating, terus gw balesin dia dengan modal aplikasi Ebuddy versi 1.1 gw akhirnya online....
di percakapan itu dia ngajak gw Melancong keJogja tanggal 7-8 Maret...,,, setelah gw pikir-pikir emang tanggal itu kita pada libur panjang, dan waktunya sangat pas buat piknik alias refreshing,
setelah gw pikir hanya beberapa detik aja, maklum dah Quad Core Memory 1 Giga lebih hahahaa (narsis).
Gw jawab "OK cuyy" besok kita berangkat sabtu sore dengan berbagai macam rencana yang sudah ter planning (sama aja ya plan=rencana? gak penting)...
- berangkat sore
- Sampe Jogja magrib
- malem mingguan di malioboro
- bermalem di Parang tritis sampai pagi liat sunrise (romantis ya)
- habis dari Paris kita istirahat di Sleman rumah mertuanya om Beny,
- baru sorenya pulang......
- hari seninnya istirahat seharian dirumah
rencanya OKE gak tuch???
Nah..... Sekarang yang jadi pertanyaan besar adalah "Sama Siapa Aja ya??"
dan ternyata Om Beny Ngajak Adiknya "Puput"
Sari (pacarnya Beny) Pulang Sendiri
Lisa (belum tau)
Nah sekarang Giliran gw yang harus inisiatif ngajak partner
Karena Status gw "HQJ!!! High Quality Jomblo" jadi gw sah donk ngajak siapa aja!!" Ya gak Cuy??"
ada beberapa kandidat yang bisa gw ajakin Melancong!!!:
1. gw ngajak Wulan, kenapa wulan????
dia dah lama pengen touring ke jogja, beberapa waktu lalu dia gw ajak tapi gak bisa karena ada lembur kerja....
Dengan Ragu-ragu dia bilang "wah aku gak bisa kalo pake nginep, mami gw bakal gak bolehin!!"
*****ajakan pertama result is "GAGAL"*************
2. gw ajakin tuh si Endah Curly (Kriting)
Dengan Singkat, Padat dan Jelas tapi agak panjang dia bilang "Gak ah, mau dirumah aja mau bubuk" JIahhhh kerjaan kok molor mulu to ndah!!!!!
*****ajakan Ke-Dua result is "GAGAL JUGA CUYY"*************
3. Gw ngajak siapa aja yang mau dengan cara Memberikan status di YM, Mig33, Facebook dengan status "JOGJA!! JOGJA!!! JOGJA!! Here I Come" dengan harapan ada yang membaca dan dengan senang hati ngikut kejogja, kalaupun gak ada yang mau, gak papa gw berangkat aja sendiri, toh disana juga bakal ada banyak temennya.
akhirnya umpan diendus-endus oleh seseorang bernama Ayumi_vegalz teman gw di Kampus
tapi kebanyakan gak pada mau ngikut, cuma minta oleh oleh dengan koment kaya gini :
-Retno Wulan"Jgn lupa oleh2na y.He..2!!!", pake ketawa lagi ni bocah!!!
-Mba Boz Rizka "minta beliin Kaos Dagadu, Japemete"
-Mb Sweetee A.K.A. diaz_bw bilang "Ojo lali Oleh-olehnya sing akih"
Okayy lah semuanya kalo gw kejogja pasti gw kasi oleh oleh!!! tenang aja pokoknya gak nabrak deh!!
siapa mau "pasir parang tritis?" atau "gelang dogi dari Malioboro??" dkk.
yaelahhh....bujugbuneng......ladalah....astagpiluwoh....ketiwasan
Hari rabunya sepulang dari kampus jam 21.30an aku & my sister nonton tipi, pas lagi nonton sinetron favorite kakak gw "Cinta Fitri Season 2" dia bilang dengan santainya " Acara Ultah (mendak) ibu dimajukan aja, aku dah bilang sama saudara kalo dimajukan. acaranya jadi besok minggu ya!!!"
Whatttt!!!!! gubrakkkk.....
wah padahal udah ada acara kejogja, masa aku yang ngjakin aku juga yang batalinnn....
akhirnya dengan ikhlas gw batalin acara kejogja... demi keluarga Ultahnya Ibu.... Forgive me brader.
sms buat beny, Lisa, Sari "buat temen-temen yang udah aku ajak, maaf ya aku batalin acaranya, berangkat aja tanpa aku"
buat temen2 yang minta oleh-oleh "maap juga ya, gak jadi beli oleh-oleh"
gw buat status di Fesbuk "BATAL!! BATAL!! gak jadi Ke-Jogja" alhasil semua pada kecewa.....TIDAKKKKKKK
Hari minggu itu, pagi cerah, langit biru gak ada awan hitam dilangit, matahari pun lumayan terik... ada burum pipit berkicau, wah nanti bakal lancar nih...
segala persiapan sudah dilakukan.. mulai dari perlengkapan, jajanan, dan bersih-bersih rumah juga dah kelar... tinggal membatu para ibu-ibu tetangga dan kakak memasak buat hidangan syukuran....
Pas saatnya, eh malah hujan gerimis dari jam 2 sampai 4 sore. Para undangan gak jadi keSarean (makam), dan dilakukan doa bersama dirumah saja biar lebih khusyuk, hampir 1 jam acara pembacaan doa oleh bapak-bapak pun selesai, semuanya pulang.
Sore harinya setelah hujan lumayan reda gw mampir ke makam sendirian, aku meletakan 1 tangkai Bunga mawar dan menaburkan satu keranjang kecil serpihan mahkotanya diatas kuburan Bapak dan Ibu, "Ibu Met ultah ya, buat bapak kasi ucapan juga dong buat Ibu, kan ibu lagi ultah" Dibawah awan yang mendung Aku panjatkan Doa sebisanya. Doa itu aku tujukan dengan tulus untuk Ibu dan Bapak disana.
Air mata mengucur begitu saja seperti air hujan yang menetes dari bunga kamboja yang basah, aku teringat kenangan saat semuanya berkumpul dulu, satu keluarga masih lengkap.
Aku terisak, Aku paling gak tahan kalo sudah disamping Ibu dan bapak.
"bu, maafin aku ya, bapak maafin aku juga ya, dulu sering sekali nakal, bikin jengkel, tidak berbakti dan belum bisa membalas kasih sayang kalian, sampai sekarang pun belum juga membalas budi kalian. Hanya Doa sederhana ini yang bisa anakmu haturkan, Ibu... Bapak... aku sayang kalian"Ibu, Bapak, Aku pamit pulang ya....
Aku bangga menjadi anakmu,
:D
Wassalamualaiukum....
Subscribe to:
Posts (Atom)

