Mengulik Sejarah Bedug di Demak dan Bedug Asyiiik 2015

Tuesday, July 14, 2015

"Dag dug dag dug PLAK... BYURRR" Tiga anak laki-laki menabuh ember cat ukuran besar di siang bolong. Tidak ada yang aneh, namun yang bikin beda adalah mereka menabuhnya sambil berendam di kali tepat di bawah jembatan. Suara tabuhan kaleng cat, gelak tawa pertemanan dan kecipak air kali terdengar begitu renyah dan ceria di sudut kota Demak yang sangat kental dengan kerajinan Bedug dan Terbang.

Sabtu 11/07/205, saya ikut dalam rombongan Cultural Trip Bedug Asyiiik 2015 di Demak yang diadakan oleh Sampoerna Kretek. Menjelang bedug Dzuhur kami tiba di Masjud Agung Demak untuk menggali sejarah tentang Bedug. Kami digiring masuk ke Museum Masjid Agung demak mengorek informasi dari beda benda peninggalan para wali.

Koleksi Foto Masjid di Museum Masjid Agung Demak
Saya sangat tertarik dengan konstruksi, kemegahan dan keindahan masjid. Namun saya sangat tertarik dengan wujud dari 4 tiang pancang penyangga kerangka masjid setinggi 1.630cm yang disebut Soko Guru dan Soko Tatal. Sejarah asal usul dari Soko Tatal yang dibuat oleh Sunan Kalijaga sendiri sangat menarik. Saya jadi mengaitkannya dengan legenda yang ada di Goa Kreo.

Tidak kalah menariknya adalah Pintu Bledheg, pintu yang konon diyakini mampu menangkal petir ini merupakan ciptaan Ki Ageng Selo pada zaman Wali. Peninggalan ini merupakan prasasti “Condro Sengkolo” yang berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani. Saya jadi ingin punya pintu seperti ini di rumah. Di Museum ini banyak peninggalan wali seperti Al Quran yang ditulis tangan, Bedug, tempat wudhu dan masih banyak lagi.


Karyaawan sedang Finishing, pemasangan Logo HSS, H Mustofa MS
Demak memang kental dengan Bedug, banyak sekali pengrajin bedug di kota wali ini. Salah satu yang paling terkenal adalah Bapak H Mustofa MS. Bedug buatannya sudah terkenal hingga ke negeri cina (dalam arti benar sampai ke cina). Beliau juga membuatkan bedug untuk Mantan Presiden Soeharto dan SBY tahun 2010 silam.  Kami diajak untuk melihat dan belajar proses pembuatan dari awal pemilihan gelondongan kayu dan jenis kulit hewan yang dipakai hingga menjadi sebuah bedug dengan kualitas yang bagus.

Sambil berendam Latihan Bedug di Kali. Kali di pinggir Rumah Pak Mustofa

Sebagai penutup kami diajak untuk melihat langsung Kompetisi Bedug Asyiiik 2015 yang bertempat di Lapangan Jogoloyo, Demak. Dengan bertemakan "pertemanan", Sampoerna Kretek  merangkul dan memfasilitasi berbagai komunitas setempat berkumpul dan menunjukkan kekompakan serta kreativitas mereka dalam menciptakan harmonisasi alat musik tabuh yang menghibur. Dari total enam tim peserta yang tersaring dalam kompetisi bedug di Demak, terpilihlah Komunitas AsyiiikPurworejo Moro, Komunitas Asyiiik Bungo dan Komunitas Asyiiik Banyumeneng sebagai tiga tim peserta kompetisi Bedug Asyiiik terbaik 2015 di Demak .


Pengamat seni dan budaya Indonesia Joko Suranto, yang juga akrab disapa Gombloh, mengungkapkan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Bedug Asyiiik kali ini. “Dahulu bedug kerap digunakan sebagai salah satu alat komunikasi dan penanda waktu, tetapi sekarang penggunaan bedug sudah berkembang menjadi sebuah atraksi seni atau pertunjukan yang menghibur. Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada Sampoerna Kretek yang sudah bersedia untuk mendukung terselenggaranya Bedug Asyiiik.”


Bedug Asyiiik yang digelar di kota yang terkenal sebagai pusat pengrajin bedug ini juga menghadirkan Via Valen dan grup band Armada sebagai pemuncak acara. Tali pertemanan yang terjalin antara seluruh pengunjung menghangatkan suasana Bedug Asyiiik di Lapangan Jogoloyo, Demak dan memberikan pengalaman indah berkumpul bersama teman-teman yang asyik.

Penampilan tim penggiat perkusi Si Kelap, Joko Gombloh beserta pemenang Bedug Asyiiik 2014 dan 2015


Via Valen berbalut berbalut manis

Armada, menghibur warga Demak di lapangan Jogoloyo

You Might Also Like

6 komentar

  1. Replies
    1. Orak hehehe... Sejak digoleki pak mustofa

      Delete
  2. Ini namanya Wisata Seni Budaya, terima kasih telah berbagi, salam sukses.

    ReplyDelete
  3. Saya juga berterima kasih nih sama Mas yang udah nulis ini, saya jadi kayak jalan2 juga ngikutin ke sana karena baca postingan ini.

    ReplyDelete
  4. aku kalo kemanamana tertariknya malah sama makanan :V hyahahahhaaaaaa
    aku super kurus 2 taon lalu mau gemukin eh kebablasan.

    ReplyDelete
  5. masjid demak itu yang masuk buku buku sejarah ya Om?
    suatu saat nanti Dija juga mau mampir kesitu

    ReplyDelete

Followers

Find us on Facebook

Loenpia.net

ID Corners

Statistik

Blog