Mendaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Saturday, June 18, 2011

Apakah kamu pernah naik gunung dengan celana basah? bagaimana rasanya? rasanya adem-adem semilir gitu kan ya?! #abaikan. Setelah berbasah ria dari Goa Pindul kami langsung teleport ke Nglanggeran, tepatnya ke Gunung Api Purba yang letaknya tak jauh dari Pindul.

Eniwei Kami masih satu kesebelasan (11 orang) akhirnya memutuskan untuk mendaki dan berharap bisa menikmati sunset diatas gunung setelah menimbang beberapa hal, antara lain menimbang berat badan, menimbang muatan, isi celana, menimbang usia, menimbang ukuran pantat, dan menimbang seberapa kuat sisa nafas untuk bisa kembali turun dengan selamat.



Kira-kira seperti ini visual dari lokasi Gunung yang harus kami taklukkan :

"hahh Kopi darat macam apa ini!" ujar Didut (seorang tukang makan) sambil megangin perut dan lutut dengan nafas patah patah.  Memang harus dimaklumi kok mas, Untuk yang mempunyai berat lebih dari 70 pasti akan berkata begitu, itu sungguh normal *puk puk pundak mas didut*.

Sudah nonton film 127 hours? kira-kira tempatnya seperti yang diatas ini (agak maksa), sebuah celah sempit yang dihimpit dua batuan raksasa, yang hanya bisa dilewati 1 orang saja. Bila melewati celah ini harus ada yang mengalah dengan salah satu melewati lebih dahulu.

Akhirnya 11 orang berhasil mendaki sampai di sepertiga gunung dengan penuh perjuangan, walaupun cuma sepertiganya sudah terasa suasana sejuk angin dan keindahan hamparan hijau perbukitan luas dan langit sore khas gunung kidul. Diatas sini terlihat banyak sekali Tower milik perusahaan seluler. Gunung merapi di perbatasan Magelang-Jogja mendadak hilang tertutup awan di ufuk barat.




Langit mulai gelap kemerahan, saat inilah yang sebenarnya kami tunggu "matahari terbenam di atas gunung nglanggeran", atau bahkan ingin naik lebih tinggi untuk melihat lebih indah saat matahari lenyap berganti bulan. Akan tetapi ada yang bersikeras mengajak turun karena beberapa alasan yang masuk diakal. Kami tidak mempunyai persiapan yang matang, hanya berbekal nekat naik tanpa peralatan apapun.

Akhirnya kita putuskan untuk turun dengan membawa segepok  foto-foto luar biasa dari atas gunung bersama semua sahabat dan sejuta kenangan yang tak terlupakan tentunya.

foto by : Fian, Mizan, Hars, Intan, Gaban

You Might Also Like

24 komentar

  1. saya belum pernah mendaki gunung. jadi pengen nyobain nih ;D

    ReplyDelete
  2. Selalu ada ketakjuban melihat keindahan sunset. Saya pernah sengaja ke pantai Petanahan sore hari demi melihat sunset, tapi belum pernah sekalipun menikmati keindahannya dari atas gunung karena belum pernah sekalipun mendaki.

    ReplyDelete
  3. Wihh jalannya naek banget yah. Minggu depan ekskul.ku juga ngadain pendakian, tapi ga tau mau ngikut ato engga :D

    ReplyDelete
  4. @rakun : wah... masa belum pernah? buruan gih... jangan lupa bawa celana
    @abi : belum pernah ke gunung ya? coba di bukit dulu yg gak begitu tinggi
    @riska : ehmmm gak juga, gak begitu susah kok, cuma butuh kemauan buat nanjak

    ReplyDelete
  5. wah, Bang Pendi kayaknya belum pernah juga mendaki gunung. klo mendaki yang lain kayaknya pernah! haha...
    kopdaran sambil mendaki gunung, siiip lah!

    ReplyDelete
  6. Adoh! Aku ndak mau kopi darat sembari hiking!

    *tutup mata*

    ReplyDelete
  7. @bang pendi : wah bang pendi tanggapannya rancu nih, gunung yg mana?
    @vicky : tenang aja, nanti ada yg gendong kok hehe

    ReplyDelete
  8. rupanya suka naik gunung ya, alamnya indah kelihatan sejuk

    ReplyDelete
  9. @cerita tugu : kebetulan itu pas sore hari sekitar pukul 4-5an om,, jadi adem, pengen ngerasain gimana kalo malem dan pagi hari

    ReplyDelete
  10. wah ky'y seru bgt tuh mendaki gununx,, pha lg bisa traveling.
    alam'y begitu sejuk dan pemandangan'y jg indah bgt,,,

    ReplyDelete
  11. blm pernah numpak numpak gunuuuung >,<

    ReplyDelete
  12. @obat alternatif : pake bioplacenton dulu hehe, pemandangan dan tempatnya emang indah mas
    @icha : naik naik gunung yg betul, bukan numpak
    @kanker : penuh ujian juga, sensasinya melebihi tantangannya

    ReplyDelete
  13. kalau lihat medannya yang curam perlu kewaspadaan dan peralatan yang memadai,karena dibalik keindahan alamtersebut kalau kita tidk hati2 bisa berbahaya

    ReplyDelete
  14. @agussupri : yap, harus hati hati... sebenarnya gak perlu alat khusus si, cuma nyali aja

    ReplyDelete
  15. Berani banget tu cwe ikut mendaki gunung,,,,wes salut dah...4 jempol untuk kalian.eniwei poto terakhir bagus bgt

    ReplyDelete
  16. @icha : ah becanda aja, goyon dong thanx
    @ajeng : yg ambil foto itu memang fotografer beneran jadi bagus.. model2nya kok juga mau disuru lompat belasan kali hehe makasih

    ReplyDelete
  17. saya jg pernah mendaki gunung,emz rame jg ya penuh dengan tantangan, wlpn kaki jg terasa pegal bgt. he....

    ReplyDelete
  18. wah seru tu penuh dengan tantangan dan keberanian jg mndaki gnung'y..

    ReplyDelete
  19. indah sekli ya pemandangan'y masih alami bgt...
    hebat ya mendaki gnung'y....

    ReplyDelete
  20. emz ky'y asyik jg ya mndaki gnung, pha lg pemandangan'y alami bgt..

    ReplyDelete
  21. sayang mas bro gak sampe puncak. 30 menit aja padahal kalo jalan terus bisa lhoo. Saya 4x naik kesana gak bawa apa-apa. Bersandal jepit pula. Hahaha :Dsayang mas bro gak sampe puncak. 30 menit aja padahal kalo jalan terus bisa lhoo. Saya 4x naik kesana gak bawa apa-apa. Bersandal jepit pula. Hahaha :D

    ReplyDelete
  22. bwt latihan mountaineering kykny bagus jg yah..
    hehehehe, pengen deh, tp jauh bgt, hrs nyebrang pulau nih..
    :)

    ReplyDelete

Followers

Find us on Facebook

Loenpia.net

ID Corners

Statistik

Blog